News Room, Kamis ( 12/09 ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Kamis (12/09) pagi, menggerojok 7 tangki air bersih berukuran 4.000 liter ke Desa Langsar, Kecamatan Saronggi. Kades Langsar, Yuli Astutik, mengatakan, sejak 2 bulan terakhir ini daerahnya dilanda kekeringan, akibatnya mereka kekurangan air bersih dan terpaksa harus minum air hujan yang mereka simpan dipenampungan pribadinya pada musim hujan lalu. Kekeringan ini terjadi setiap tahun dimusim kemarau. “Ini merupakan kondisi tahunan, ketika musim kemarau, Desa Langsar selalu dilanda kekeringan. Disini tidak ada sumbernya, banyak yang sudah ngebor, tapi tidak ada sumbernya. Biasanya warga harus mengambil air bersih ke desa tetangga, yakni Desa Saroka, yang berjarak 5 hingga 6 kilometer,”kata Yuli, Kamis (12/09). Ia memaparkan, di Desa Langsar ini dihuni oleh 3.000 jiwa yang tersebar di 8 Dusun, yakni Dusun Karoko, Gua Laok, Gua Daya, Langkundi Laok, Langkundi Daya, Langsar Laok, Langsar Daya, dan Cemmanis. “Kebutuhan air di musim kemarau sangat tinggi. Selama ini kebutuhan air bersih, warga dialiri dari Desa Saroka, tapi kalau sudah musim kemarau sumbernya mati, harus mengambil ke sumur-sumur warga, itupun harus mencarinya,”terangnya. Sementara, Kepala Bidang Kesiap Siagaan dan Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Drs. R. Syaiful Arifin, M.Si mengungkapkan, bahwa bantuan air bersih pada Kamis (12/09) ini, memang difokuskan terhadap Desa Langsar. “Bantuan air bersih itu sesuai permohonan yang diajukan Kepala Desa Langsar. Jadi, 7 tangki air bersih tersebut dibagikan kepada warga di 8 dusun di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi,”ujarnya. Syaiful menambahkan, dimusim kemarau ini, pihaknya siap droping air kesejumlah daerah yang mengalami krisis air bersih. “Besaran bantuan air bersih dimusim kemarau sudah disiapkan senilai Rp. 60 juta. Makanya, bagi Kepala Desa yang daerahnya mengalami krisis air bersih, silahkan mengajukan permohonan melalui Camat setempat,”ungkapnya. ( Nita, Esha )