News Room, Selasa ( 19/08 ) Sejumlah Desa di Kabupaten Sumenep dalam beberapa bulan terakhir terjadi kekeringan. Tercatat sekitar 64 Desa yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, setiap tahun sering terjadi kekeringan pada saat musim kemarau. Beberapa Kecamatan dari 17 Kecamatan yang rawan kekeringan, yakni di Kecamatan Batuputih, Saronggi, Bluto, dan Batang-batang. Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep terus bergerak melakukan survey dan pengiriman bantuan air bersih ke sejumlah lokasi kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Drs. H. Koesman Hadie, M.Si kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/08) mengakui, jika kekeringan yang terjadi di sejumlah Kecamatan di Sumenep kembali terjadi tahun ini. Karena itu, pihaknya terus bergerak melakukan bantuan, guna mengatasi krisis air di daerah tersebut. “Untuk mengatasi kekeringan, selain melakukan distribusi bantuan air, kami masih harus bekerjasama dengan dinas terkait lainnya,”ungkapnya. Bahkan, menurut mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep ini, jika nantinya dibutuhkan pengeboran air dan pipanisasi, tentu akan dikoordinasikan dengan dinas terkait, seperti halnya dengan pemanfaatan HIPPAM dan sebagainya. Sedangkan sesuai jumlah Desa rawan kekeringan tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, yang menentukan akan bertambah atau tidak adalah kualitas musim kemarau. Jika, kemarau panjang, tentu jumlah daerah kekeringan akan bertambah. “Selain kekeringan yang melanda sejumlah wilayah daratan di Sumenep, kami juga melakukan koordinasi terkait kekeringan di wilayah kepulauan,”tambahnya. ( Ren, Esha )