Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-09-2011
  • 515 Kali

Bondet Meledak, Balita Tewas, 4 Korban Dirawat Di RSUD

News Room, Jumat ( 16/09 ) Ledakan bondet, bom rakitan untuk menangkap ikan, kembali makan korban. Kerasnya guncangan ledakan bodet pada Kamis (16/09) malam, di Dusun Darpa, Desa Karang Nangka, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menyebabkan seorang balita, yakni Multiana (4), tewas mengenaskan, dan 4 orang lainnya luka bakar parah di sekujur tubuh. Keempat korban luka bakar, yakni Masani (40), ibu Mulyani, Syahria (60), nenek korban, Ruspandi (24), kakak korban, dan Masad (45), ayah korban selaku pembuat bom ikan mengalami nasib tragis, karena tangan kirinya terpaksa diamputasi. Selain memakan korban jiwa, ledakan bondet itu membuat bagian atas rumah korban ambruk. Saksi mata, Mohamad Akram (42), warga Desa Barakas, Kecamatan Raas, mengungkapkan, ledakan tersebut diduga kuat terjadi saat Masad meracik bom ikan (bondet). “Waktu itu korban tewas, Multiana, sedang melihat ayahnya meracik bom ikan dihalaman rumahnya. Tiba-tiba bom itu meledak, dan anaknya ini langsung meninggal,”katanya. Dengan kejadian itu, polisi seketika mendatangi lokasi dan melakukan olah di tempat kajdian perkara (TKP). Kapolres Sumenep, AKBP Susanto, melalui Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto menjelaskan, pihaknya telah membentuk dan mengirim Tim ke Pulau Raas, guna membantu anggota Polsek setempat dalam menangani kasus ledakan bondet. “Penyidikan awal sudah dilakukan anggota Polsek Raas dengan mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa empat saksi. Selain itu, sejumlah barang bukti sudah dibawa ke Mapolsek Raas, di antaranya sisa bahan dan sumbu racikan bondet serta serpihan dari bahan yang meledak tersebut,”terangnya. Edy juga mengemukakan, nantinya sebagian barang bukti akan dibawa oleh personel tim ke Mapolres Sumenep. “Sebenarnya kami sudah beberapa kali menyosialisasikan bahaya bondet kepada warga Sumenep. Bahkan, kami juga meminta warga supaya menyerahkan barang berbahaya tersebut kepada jajarannya secara sukarela. Namun, hingga sekarang ternyata masih ada warga yang menyimpan bondet. Padahal, kami juga sudah menyampaikan, bagi warga yang menyerahkan bondet secara sukarela tidak akan dikenakan sanksi,”ungkapnya. ( Nita, Esha )