News Room, Jum’at (27/02) Maraknya penggunaan bom potasium yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan di perairan Pulau Sapeken, tepatnya di sekitar jalur pipa gas milik Pertamina, menjadi target utama Satuan Polair Kalianget. Sebab, tindakan nelayan itu selain sangat membahayakan ekosistem di laut, juga akan membuat pipa gas meledak. Kasat Polair Kalianget, AKP Aryanto Agus Subekti mengatakan, dengan adanya laporan itu, pihaknya akan segera meningkatkan operasi laut. “Sebenarnya kami sering kali melakukan operasi dan penangkapan nelayan yang menggunakan bom potasium. Tapi, untuk kali ini operasi akan ditingkatkan, khususnya di sekitar perairan pulau Sapeken,â€Âkatanya. Menurutnya, untuk kondisi perairan tenang tidak ada ombak seperti saat ini, memang sangat dimungkinkan banyak nelayan yang menggunakan bom potasium. Padahal, penggunaan bom potasium itu sangat berbahaya bagi ekosistem di dalam laut dan lingkungan di sekitarnya. “Apalagi, sampai digunakan disekitar daerah vital pipa gas,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, jika aksi pengeboman itu dibiarkan, akan mengancam keberadan pipa gas sepanjang 500 kilometer. Pipa gas tersebut merupakan jalur pasokan gas yang dihasilkan dari Sumur Pagerungan Besar maupun Sepanjang yang dikelola PT. Kangean Energy Indonesia (KEI) ke Perusahaan Gas Negara (PGN) di Porong, Sidoarjo. “Kami tidak akan mengambil resiko tinggi. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami akan mulai tingkatkan operasi di sekitar pipa gas di perairan pulau Sapeken,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )