News Room, Jum’at ( 20/11 ) Memasuki awal musim penghujan, wilayah Kabupaten Sumenep berpotensi terjadi angin puting beliung atau angin puyuh. Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Kelas 3 Kalianget, Sumenep, Asmunawar, SP mengatakan, kondisi itu sesuai perkiraan cuaca Sumenep, bahwa mulai tanggal 21 hingga 25 Nopember 2009, dalam keadaan berawan dan hujan. Namun, sifatnya hujan lokal, dengan kecepatan angin 10 sampai 30 kilometer/jam. “Karena peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, maka wilayah Sumenep berpotensi angin putting beliung,†terang Asmunawar, pada wartawan dikantornya, Jum’at (20/11). Ia menjelaskan, dengan adanya potensi angin puyuh tersebut, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Sumenep, utamanya yang berada di wilayah pinggir pantai supaya waspada terhadap datangnya angin puyuh. “Kami tidak bisa memastikan diwilayah mana saja yang akan berpotensi angin putting beliung. Yang pasti, selama lima hari kedepan masyarakat diminta berhati-hati ketika hujan turun disertai angin kencang,â€Âkatanya menambahkan. Berdasarkan data musim penghujan kemarin, wilayah yang berpotensi angin putting beliung, yakni di Kecamatan Kalianget, Lenteng, Guluk-guluk, Saronggi, Bluto dan Pasongsongan. Meski wilayah Sumenep daratan berpotensi angin putting beliung, kata Asmunawar, tidak akan mempengaruhi terhadap pelayaran. “Untuk saat ini, gelombang laut tergolong normal, dan bisa dilalui pelayaran,†ungkapnya. ( Nita, Esha )