Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-03-2021
  • 1757 Kali

Bismillah Melayani, Bupati Tekankan Bidan Desa Jangan Tinggalkan Polindes

Media Center, Selasa ( 11/03 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerukan Bidan Desa di jajarannya untuk menempati Pondok Bersalin Desa (Polindes) guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH mengatakan, keberadaan Polindes di masing-masing desa selain sebagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama ibu dan anak, sekaligus menjadi tempat tinggal bidan yang bertugas di desa.

“Kami ingin para bidan desa meningkatkan kinerjanya dengan memberikan pelayanan 24 jam di Polindesnya dalam rangka melayani kesehatan masyarakat desa, karena saat ini hampir di semua desa memiliki Polindes,” kata Bupati pada Pembukaan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) Mandiri Bagi Bidan tahun 2021, di Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sumenep, Kamis (11/03/2021).

Untuk itulah, pihaknya menekankan para bidan jangan suka meninggalkan Polindes, karena manakala sering tidak ada di tempat tugasnya pasti berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat desa.

“Jika bidan tidak ada di Polindes tentunya masyarakat yang rugi, karena pasti kesulitan mendapat pelayanan kesehatan. Jadi para bidan harus berada di Polindesnya masing-masing agar siap setiap waktu untuk melayani masyarakat,” imbuh mantan Wakil Bupati Sumenep ini.

Selain itu, Bupati meminta, para bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak hendaknya mampu menurunkan angka kematian bayi, meskipun angka kematiannya menurun selama lima tahun terkahir.

Gambaran angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup di Kabupaten Sumenep adalah pada tahun 2015 sebanyak 3,41 persen, pada tahun 2016 sebanyak 3,18 persen, pada tahun 2017 sebanyak 2,21 persen, pada tahun 2018 sebanyak 2,09 persen dan pada tahun 2019 sebesar 2,03 persen.

“Menurunnya angka kematian bayi ini mengindikasikan keberhasilan pembangunan di bidang peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sehingga harus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono menambahkan, pihaknya melalui masing-masing Puskesmas untuk meningkatkan pengawasan para bidan di wilayahnya supaya berada di Polindes selama 24 jam.

“Kami sudah melakukan pengawasan dan evaluasi untuk mengetahui kinerja para bidan di masing-masing desa, dan melalui Puskesmas memberikan penekanan apabila ada bidan desa di jajarannya yang meninggalkan Polindes,” pungkasnya.

Berdasarkan data, sampai saat ini, jumlah bidan di Kabupaten Sumenep secara keseluruhan berjumlah kurang lebih 1.190 bidan, dengan rincian 1.140 bidan aktif dan 50 bidan tidak aktif. ( Yasik, Fer )