Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-12-2008
  • 571 Kali

Bintek Pemadam Kebakaran Tingkatkan Kemampuan Petugas

News Room, Jum’at ( 05/12 ) Para peserta Bimbingan Teknik Bintek Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumenep angkatan pertama melakukan simulasi pemadaman peristiwa kebakaran, yang digelar pada Jum’at (05/12) di Lapangan Giling Sumenep, dan disaksikan langsung oleh Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. Saat dikonfirmasi KH. Moh. Ramdlan Siraj mengatakan, dengan pelaksaan Bintek tesebut, kemampuan para petugas PMK dapat meningkat, sehingga mampu menanggulangi secara dini peristiwa kebakaran, agar dampak kebakaran tidak meluas dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. “Walau kita tidak pernah berharap terjadi peristiwa kebakaran, namun apabila terjadi kebakaran, para petugas PMK harus sudah siap menggulanginya, sehingga tidak terjadi kebakaran yang lebih luas,”tegas Bupati. Selain itu Bupati berharap masyarakat juga harus memiliki ketrampilan dalam memadamkan kebakaran dalam skala kecil dengan menggunakan peralatan sedehana, seperti karung, handuk basah atau bahan lainnya, agar kebakaran tidak meluas. “Bahkan untuk pengamanan di gedung pemerintahan dari ancaman kebakaran, para petugas keamanan, perlu diberi pelatihan agar mereka mampu menanggulangi kebakaran dalam skala kecil,”tegasnya. Selajutnya Kepala Unit Pelaksana Pemadam Kebakaran Wilayah III Surabaya Timur, Drs. H. Slamet Riadi, MM yang bertindak selaku Koordinator Pelatihan dalam Bintek tersebut, menyampaikan dalam simulasi tersebut para peserta bintek melakukan 3 metode pengamanan diataranya pemadaman secara sederhana untuk pemadaman skala kecil, pemadaman dengan menggunakan tabung pemadam, dan simulasi dalam menangani kebakaran yang berskala besar. Menurut Slamet Riadi, 80 persen para peserta mampu melakukan prosedur keamanan dengan benar, dengan banyaknya latihan akan lebih mengasah kemampuan mereka dalam menanggulangi kebakaran. “Apalagi PMK sifatnya menunggu, jadi saat waktu luang hendaknya diisi dengan latihan, serta merawat peralatan, agar kondisinya selalu siap bila sewaktu-waktu ada kebakaran,”ujarnya. Menyinggung masalah fasilitas, Slamet Riadi berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep mampu melengkapi peralatan, utamanya mobil PMK, dan peralatan pribadi seperti seragam, baju anti api, serta peralatan lainnya. “Idealnya, untuk 100.000 penduduk harus tersedia 1 mobil PMK, dan para petugas PMK harus terlatih dan berseragam sesuai dengan ketentuan, agar dalam melakukan memadaman, semua pihak termasuk kepolisian tahu, bahwa orang tersebut adalah petugas PMK,”pungkasnya. ( Gun, Esha )