Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-02-2018
  • 523 Kali

Bina Pramuka Bisa Diadopsi Tanamkan Pendidikan Karakter

Media Center, Selasa ( 06/02 ) Pendidikan karakter yang ditanamkan dalam pembinaan kepramukaan, sebenarnya sangat bagus dan bisa diadopsi dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah. Sebab, pendidikan karakter akhir-akhir ini mulai diperdebatkan, apalagi pasca terjadinya pemukulan seorang murid kepada guru hingga sang guru meninggal dunia di Kabupaten Sampang, Madura.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarab) Gerakan Pramuka Sumenep, Abd. Kifli, M.Pd kepada Media Center, Selasa (06/02).

Menurutnya, pendidikan karakter di Pramuka jika betul-betul diterapkan, tentunya anak-anak akan memiliki pribadi yang membanggakan.

“Karena anak-anak akan di didik untuk menerapkan nilai-nilai yang ada dalam Kode Kehormatan Pramuka,” ungkapnya.

Sebab, diakui Abd. Kifli yang juga Kepala SMPN I Sumenep ini, jika dalam pembinaan Pramuka di dalamnya juga ada sumpah dan janji yang dikenal dengan Tri Satya dan Dasa Dharma. Setidaknya, ketika peserta didik dapat menrapkan janjinya dan melaksanakan 3 poin saja dalam isi Dasa Dharma dipastikan bisa menjadi menusia yang luar biasa.

 Artinya menurut mantan Guru Teladan  di Sumenep ini, adik-adik Pramuka sudah bisa berproses menjadi manusia yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat, mencintai alam, dan kasih sayang sesama manusia hingga menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

“Apalagi setiap tahapan seorang Pramuka, misalnya Pramuka Penggalang Ramu mau pindah ke Penggalang Terap, harus melalui beberapa item, baik teori maupun praktek, apalagi hingga menjadi Pramuka Garuda, tentunya sudah sangat luar biasa,” tambahnya.

Karena itu tegas Kifli, para guru sejatinya harus mampu menjadi seorang pembina Pramuka di masing-masing sekolah atau Gudepnya. Apalagi saat ini Pramuka sudah menjadi kurikulum wajib di setiap jenjang pendidikan di Indonesia. Maka dari itu, tidak ada alasan sekolah tidak memiliki pembina Pramuka, karena guru bisa mengikuti Kursus Pembina Pramuka secara berjenjang untuk mendapat bekal menjadi seorang pembina yang handal. ( Ren, Esha )