Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-04-2008
  • 1125 Kali

Bibit Benih Padi Unggul Lokal MSP Disebar Secara Gratis

News Room, Senin ( 21/04 ) Pengadaan bibit benih padi yang dilakukan pemerintah, dengan mengimport dari negara luar, seperti halnya Thailand, ternyata dinilai kurang efisien. Sebab, negara Indonesia sendiri memiliki bibit benih padi unggul lokal, yang dianggap lebih unggul dari benih padi hibrida. Dengan keunggulan yang dipunyai bibit benih padi unggul lokal, membuat MH. Said Abdullah, anggota Fraksi PDI-Perjuangan dari Dapil X, menyebarkan secara gratis kepada petani di Kabupaten Sumenep, khususnya Kecamatan Dasuk dan Ganding, sejumlah 10 hektar, sehingga, bibit itu dinamakan bibit benih padi unggul lokal MSP (Mari Sejahterahkan Petani). MH. Said mengatakan, benih bibit padi unggul lokal MSP itu, pertama kali ditemukan di Lampung, setelah pihaknya melakukan penelitian yang sukup lama. Pemilihan bibit benih padi unggul lokal MSP tersebut, sangat tepat. Sebab, keunggulan bibit benih padi unggul lokal itu bisa panen sebanyak dua kali, tanpa harus menanam ulang. “Ya, petani hanya cukup menanam sekali, tapi bisa panen dua kali, dengan cara, pada panen pertama, tanaman padi dipotong setengah, nah, dari potongan itu akan tumbuh padi kembali dan siap panen yang kedua,” ujarnya. MH. Said memaparkan, dalam penanaman bibit benih padi unggul MSP itu, diperlukan waktu sekitar 105 hari, sejak proses tanam hingga panen. Namun, bibit kali ini merupakan MSP pertama, sedangkan untuk MSP kedua yang akan dikeluarkan tahun depan, masa tanam lebih cepat, yakni sekitar 95 hari. “Saya berharap kepada petani yang diberi bibit tersebut, agar betul-betul mengolahnya dengan baik, sehingga menghasilkan padi yang melimpah. Sebab, 1 hektar lahan, mampu menghasilkan padi sekitar 2 ton,” pintanya. MH. Said menjelaskan, bibit benih padi unggul lokal MSP ini, memang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Bahkan, hasilnya-pun juga diperuntukan bagi petani yang menanam. ( Nita, Esha )