Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-08-2009
  • 369 Kali

Biaya Pembuatan KTP Mahal, FPR Turun Jalan

News Room, Kamis ( 20/08 ) Sebanyak 15 orang yang mengatasnamakan Front Peduli Rakyat (FPR), menggelar aksi di Gedung DPRD Sumenep, Kamis (20/08) pagi. Aksi itu merupakan bentuk protes, terkait masih mahalnya pembuatan Kartu Tanpa Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang terjadi di Kabupaten Sumenep, khususnya Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng. Sambil membawa poster yang bertuliskan usut tuntas pencabulan pembuatan KTP, KSK dan Akte, mereka juga berorasi, jangan ada pilih kasih dalam pembuatan KTP maupun KK. Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi Front Peduli Rakyat Sumenep, Farid mengatakan, pembuatan KTP di Desanya dilakukan dengan cara massal dan ditarik biaya Rp. 10.000,00, namun hingga setahun lebih belum selesai. Sedangkan, warga yang memberikan uang lebih hingga pada kisaran Rp. 50.000,00 hingga Rp. 100.000,00 lebih cepat, bahkan bisa selesai satu hari. “Kami menilai, ini ada pilih kasih. Kenapa ada sekelompok orang yang bisa mengurus KTP dengan waktu cepat, tapi kami tidak. Kalau kita mengacu pada peraturan yang benar, seharusnya kan tidak ada pilih kasih,”terangnya. Ia menjelaskan, aksi tersebut digelar, pihaknya memang ingin menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, supaya membenahi manajemen pembuatan KTP, KK dan Akte tersebut. “Karena anggaran pada ABPD terkait pembuatan KTP, KK dan Akte sangat besar,” katanya. Bahkan, Farid juga mengancam bakal melakukan aksi lebih besar lagi, jika proses pembuatan KTP tidak disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) yang dipatok hanya Rp. 6.000,00 untuk KTP dan KSK sebesar Rp. 3.500,00. ( Nita, Esha )