Sumenep Kominfo News Room : Penarikan biaya pembangunan dalam peneriman siswa baru (PSB) tingkat SMA kembali mendapat sorotan, kali ini sorotan itu menginginkan agar lembaga pendidikan yang menarik biaya pembangunan itu harus transparan dalam pengelolannya. Ketua LSM Pornama, Firdaus Adi mengatakan, pihaknya menghendaki penggunaan biaya pembangunan tersebut lebih transparan, karena dikhawatirkan jika tidak dipublikasikan, akan menimbulkan kecurigaan dari masyarakat. Apalagi penarikan biaya pembangunan itu mencapai ratusan ribu rupiah yang sebenarnya dalam kondisi seperti saat ini sangat memberatkan orang tua. Sementara itu Sekretaris penerimaan siswa baru (PSB) SMA Negeri 1 Sumenep, Warsito, S.Pd menjelaskan, penarikan biaya pembangunan untuk siswa baru di SMA Negeri 1 Sumenep itu sebesar Rp. 500.000,00 untuk kepentingan aktivitas siswa dan sebagian uang pembangunan itu digunakan untuk perbaikan gedung sekolah. Namun demikian, kendati pembayaran uang pembangunan terhitung tanggal 14 hingga 15 Juli lalu, sampai sat ini pihak sekolah belum mengetahui secara rinci berapa besaran uang pembangunan terebut, karena uang pembangunan itu berada di Komite Sekolah. Wastito yang juga Wakasek Kesiswaan ini menambahkan, pembangunan itu untuk pembelian alat-lat yang mendukung kegiatan siswa, seperti olah raga, alat teater, dan alat-alat band dan sisanya uang pembangunan untuk perbaikan ruang kelas yang sudah rusak. Namun ketika disoal persetujuan dari Bupati Sumenep tentang penarikan biaya pembangunan, Warsito mengaku dirinya tidak tahu pasti mengenai Surat Keputusan perstetujuan tersebut. ( Yasik, Esha )