News Room, Senin ( 29/06 ) Dasar dari setiap disiplin ilmu agama Islam ialah kitab Suci Al-Quran (bayan Ilahi). Mempelajari, membaca, dan menyimak kitab yang diturunkan pada penutup para Rasul Muhammad SAW ini memperoleh janji pahala yang sangat besar. Sayangnya, mempelajari Al-Quran bukan perkara mudah.
Bagi umat Islam di negeri ini, bahasa Al-Quran (bahasa Arab) bukan bahasa ibu, sehingga pengenalan terhadap tiap-tiap hurufnya mesti dilakukan sedini mungkin. “Kalau membacanya saja tidak mudah, apa lagi menghafalnya. Keduanya jelas memiliki metode tersendiri,”kata salah seorang pengajar di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) Al-Hikmah Kelurahan Bangselok Sumenep, R. Nurul Hidayat, pada News Room.
Metode menghafal Al-Quran menurut alumnus TMI Al-Amien Prenduan ini, pada hakikatnya tidak terlalu sulit, asalkan ada niat, kemauan dan tekad, serta harus istiqamah. Namun memang tidak setiap orang bisa melakukannya. “Harus dengan sungguh-sungguh dan konsisten,” tambahnya.
Terpisah, seorang hafizhah muda asal Guluk-guluk Sumenep, Nyai Fairuzah Tsabit mengatakan, jika menghafal Al-Quran tidak bisa sekaligus. “Menghafal Al-Quran butuh ketenangan. Artinya, jika tidak benar-benar hafal secara sempurna dalam satu juz misalnya, seorang penghafal tidak dibenarkan melanjutkan hafalan ke juz berikutnya. Jangan terburu-buru ingin cepat hafal dalam sekaligus,”jelas putri almarhum KH. Tsabit Khazin, salah seorang pengasuh di Ponpes An-Nuqayah Guluk-guluk ini.
Sistem penghafalan yang menuntut setiap pelajar atau mahasiswa dalam sebuat lembaga ilmu Al-Quran hafal secara berkala tepat di waktu yang ditentukan, dinilainya merupakan sebuah kelemahan. Namun, karena tuntutan harus lulus tepat waktu, maka sistem tersebut mau tak mau harus dijalani.
“Tapi, menghafal itu memang butuh perjuangan ekstra. Khusus Al-Quran yang paling berat ialah menjaga hafalannya. Kalau saya disamping ikut seaman, juga dengan terus menyediakan waktu walau sedikit dalam tiap harinya untuk kegiatan Al-Quran. Kalau saya pribadi lebih suka memulai hafalan bakda shubuh, dan yang terpenting agar sempurna, sekali lagi jangan terlalu berambisi menghafal sekaligus,”tips alumnus Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta ini. ( Farhan, Esha )