Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-09-2012
  • 515 Kali

Berupaya Seragamkan HET Elpiji 3 Kilogram Untuk Kepulauan

News Room, Jumat ( 28/09 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep, berupaya menyeragamkan harga elpiji diwilayah kepulauan. Karena, harga elpiji 3 kilogram di Kepulauan Sumenep, bervariasi hingga mencapai Rp. 20 ribu per-tabung. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, sejak diberlakukan konversi dari minyak tanah ke gas elpiji, Pemerintah Kabupaten sudah berinisiatif bakal menyeragamkan harga elpiji diwilayah kepulauan, agar tidak ada perbedaan dengan daratan. “Tapi, hingga saat ini tidak kunjung terwujud. Kami akui kesulitan untuk menyeragamkan harga elpiji bagi wilayah kepulauan. Sebab, harga tersebut disesuaikan dengan biaya transportasi dan persediaan barang,”katanya. H. Syaiful mengungkapkan, harga elpiji 3 kilogram di kepulauan memang bervariasi. Dalam kondisi normal, harga elpiji berkisar antara Rp 17.000,00 hingga Rp 20.000,00. “Harga elpiji itu sangat bergantung pada stok dan transportasi. Makin jauh pulaunya, maka harganya juga makin mahal. Apalagi kalau letaknya di pulau kecil yang mengharuskan naik perahu lagi dari ibu kota kecamatan. Ini jelas makin mahal harganya,”terangnya. Apalagi jika cuaca laut buruk, yang menyebabkan kapal tak barlayar maka harga elpiji 3 kilogram di wilayah kepulauan akan semakin melambung hingga diatas Rp. 20.000,00 per-tabung. “Ini memang persoalan rumit, yang butuh pemikiran serius bagi Pemkab Sumenep. Kami kesulitan menghitung biaya transportasinya, sebab truk pengangkut elpiji harus menggunakan BBM non subsidi. Makanya kami sedang memformulasikan perumusan HET elpiji 3 kilogram untuk kepulauan,”ungkapnya. H. Syaiful berharap, perumusan HET elpiji 3 kilogram bagi wilayah kepulauan bisa segera terselesaikan, agar harga elpiji bisa selaras baik daratan maupun kepulauan. Sementara, berdasarkan data, kebutuhan elpiji 3 kilogram di wilayah Kepulauan Sumenep, per-bulan mencapai 30.376 tabung. Dengan rincian bulan Agustus 2012. Untuk Kecamatan Sapeken sebanyak 8.625 tabung, Kecamatan Arjasa sebanyak 8609 tabung, Kecamatan Kangayan sebanyak 2928 tabung, Kecamatan Masalembu sebanyak 6269 tabung, Kecamatan Raas sebanyak 3800 tabung, dan Kecamatan Gayam sebanyak 1400 tabung. ( Nita, Esha )