News Room, Rabu ( 11/07 ) Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I milik PT. Sumekar Line, Rabu (11/07) pagi, akhirnya beroperasi melayani lintasan Kalianget-Kangean dan Sapeken. Berlayarnya kapal DBS I ini, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, memberi suntikan dana operasional sebesar Rp. 25 juta, setiap kali berangkat. Kepastian pemberangkatan kapal DBS I di Pelabuhan Kalianget, langsung diserbu ratusan penumpang menuju Pulau Kangean dan Sapeken. Karena, sudah 2 bulan kapal tersebut tak beroperasi dengan dalih tidak ada dana operasional. Namun, proses keberangkatan kapal DBS I, sempat diwarnai aksi protes dari calon penumpang, terkait naiknya harga tiket hingga 2 kali lipat. Syaiful Anwar, salah satu calon penumpang menjelaskan, dirinya kaget ketika membeli tiket ke Sapeken. “Biasanya, tiket ke Sapeken sebesar Rp. 38.000,00. Tapi sekarang kok harganya naik menjadi sebesar Rp 87.000,00 ?. Saya tidak tahu alasan menaikkan harga tiket tersebut. Karena saya ingin cepat-cepat pulang ke Kangean, ya beli aja,”kata Syaiful, di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Rabu (11/07). Sementara Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Sumenep, Hargoto membantah naiknya harga tiket kapal DBS I tersebut. Dalam artian, tarif yang diberlakukan pada kapal itu, adalah kapal reguler. “Tarif kapal DBS I bukan dinaikkan, tapi kapal tersebut merupakan kapal regular, bukan perintis. Kalau yang tarifnya murah itu kapal perintis, karena dapat subsidi dari Pemerintah. Sedangan kapal DBS itu adalah kapal reguler. Otomatis tarifnya memang beda,”terangnya. Beroperasinya kapal DBS I ini, berarti lintasan Kalianget-Kangean, dilayani oleh dua operator, yakni PT. Sumekar Line, dan PT. Sakti Inti Makmur (SIM), yang membawahi kapal cepat Express Bahari 3C. Kemudian, untuk jalur Kalianget-Sapeken, bergantung pada kapal DBS I dan kapal perintis Sabuk Nusantara 27. ( Nita, Esha )