Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-09-2016
  • 851 Kali

Berkurban, Wujud Keikhlasan Menyerahkan Harta Yang Dicintai

News Room, Selasa ( 13/09 ) Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi berharap dengan pelaksanaan kurban diharapkan dapat memberikan manfaat kepada sesama khususnya yang memang membutuhkan. Dan bagi mereka yang berkurban semakin dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena makna dalam berkurban merupakan wujud keikhlasan dalam menyerahkan harta yang dicintainya, seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS, yang rela untuk mengorbankan anaknya Nabi Ismail AS di jalan Allah SWT.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumenep saat membuka secara simbolis pelaksanaan Kurban Idul Adha 1437 Hijriyah, di halaman belakang Kantor Bupati Sumenep, Senin (12/09) kemarin.

Dikatakan, pelaksanaan kurban juga merupakan salah satu bentuk solidaritas sesama, dimana jika puasa mengajak untuk lapar, namun jika kurban mengajak yang lapar agar kenyang.

“Itulah spirit utama dari pelaksanaan Idul Kurban ini, sebagai fitrah dari sebuah niat yang tulus dan ikhlas dari dalam nurani yang suci kepada sesama.”ungkapnya.

Sebab, diakui Wabup Ach. Fauzi, jika pelaksanaan kurban adalah untuk menguji keikhlasan dan kecintaan kita pada harta. Karena terkadang manusia berat melaksanakannya, untuk mengorbankan apa yang dimiliki dan dicintainya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si menjelaskan, pelaksanaan kurban yang diperoleh dari hasil pengumpulan dari Dinas, Kantor, Badan, Bagian, BUMD, BUMN serta kantor vertikal di Kabupaten Sumenep, yakni sebanyak 51 hewan kurban, dengan rincian 16 ekor sapi, dan 25 ekor kambing.

Sedangkan yang dihimpun di masing-masing Kecamatan total berjumlah 71 ekor hewan, yakni 4 ekor sapi dan 67 ekor kambing dari 20 Kecamatan yang melaporkan sisanya 7 Kecamatan belum ada laporan formal.

“Hewan kurban ini akan didistribusikan kepada 111 pemohon, yakni kepada 9 pengurus Masjid, 45 langgar dan musholla serta pemohon dari Orsos sebanyak 70 lembaga.”ungkapnya.

Dijelaskan, pembagian daging kurban sendiri diberikan kepada kaum duafa, pasukan kuning, abang becak dan masyarakat kurang mampu disekitarnya dengan menggunakan kupon sebanyak 820 kupon dan per-paket 1 kilogram.

Kemudian kepada lembaga pemohon yang siap bantu menyalurkan sebanyak 35 lembaga dengan diberikan masing-masing 1 ekor kambing, dan 76 lembaga siap bantu dengan menyalurkan masing-masing 5 paket kupon. ( Ren, Fer )