News Room, Jum’at ( 08/08 ) Jambu mente (Anarcadium occidentale) atau yang biasa masyarakat Madura menyebutnya dengan “jambu monyet†merupakan komoditas potensial dan berpeluang untuk mengisi pangsa pasar dunia. Tak berlebihan jika penduduk Desa Batuan menjatuhkan pilihan melestaraikan tanaman jambu mente itu sejak bertahun-tahun lamanya. Salah seorang pengusaha mente di Dusun Batuan Timur, Amaniye, (59) menjelaskan, semakin hari kualitas jambu mente semakin meningkat. Itu, katanya bisa terlihat dari naiknya harga dalam setiap musimnya. Karena itu Ibu dua anak ini mengaku akan terus mempertahankan tanaman jambu mente di daerahnya. Dan jambu mente di Desanya harus bisa bersaing dengan daerah yang lain. â€ÂSaya akan tetap mempertahankan tanaman Jambu Mente ini, apalagi produksi mente di Desa Batuan sudah dikenal banyak orang sejak dulu,â€Âujarnya. Dijelaskan, untuk bulan ini, harga mente meningkat dari Rp. 45.000,00 per-kilogram menjadi Rp. 50.000,00 hingga Rp. 55.000,00 per-kilogram, untuk mente yang sudah dikupas kulitnya. Sedangkan, mente yang masih dengan kulitnya seharga Rp. 10.000,00 per-kilogram, meningkat menjadi Rp.12.000,00 per-kilogram. â€ÂPeningkatan ini membuat semua petani mente senang,â€Âimbuhnya. Selain itu tambahnya, sisa dari mente yang dijual, oleh sebagian masyarakat di berdayakan. Dia contohkan, dibuat krupuk dan jamu, sehingga dari olahan tersebut. petani bisa menambah keuntungan. “Kami berharap kepedulian pemerintah agar para petani jambu mente di Desa kami ini terus berkembang, dan kami membutuhkan dana untuk modal pengembangan. Siapa tahu olahan jambu mente dari Batuan bisa menembus pasar internasional,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )