Media Center, Kamis ( 03/06 ) Kabupaten Sumenep secara geografis meliputi wilayah daratan dan kepulauan sangat rawan terhadap peredaran narkoba, pasalnya dengan memiliki 126 pulau memudahkan para pelaku narkoba masuk ke daerah setempat.
“Geografis Kabupaten Sumenep terdiri dari daratan dan kepulauan, tentu saja peredaran narkoba lebih mudah masuk, sehingga mempunyai tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan peredarannya,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, kepada ulama-ulama Madura dalam pertemuan dengan Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) yang dilaksanakan di Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Rabu (02/06/2021) kemarin.
Akibat banyak pulau yang berdekatan dengan daerah lain di luar Kabupaten Sumenep, jelas peredaran narkoba ini tidak hanya melalui daratan saja, tetapi juga memanfaatkan jalur transportasi laut.
“Pelaku narkoba berpotensi menggunakan transportasi laut sebagai jalur membawa narkoba ke Kabupaten Sumenep. Sebab, sulit terpantau dari pengawasan, baik petugas maupun masyarakat,” tutur Bupati Achmad Fauzi.
Ia berharap, seluruh pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap penanganan narkoba di wilayah Sumenep, supaya tidak ada ruang sebagai pintu masuk bagi pelaku narkoba untuk mengedarkannya kepada masyarakat.
“Kami (Pemkab Sumenep) menghendaki pemberantasan narkoba perlu dilakukan hingga ke akarnya agar generasi muda di Madura khususnya Sumenep tidak terjerumus ke dunia hitam yang merusak moral dan masa depannya,” pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut, selain Bupati Sumenep Ahmad Fauzi, juga hadir Bupati Sampang Slamet Junaidi, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Sementara dari BASSRA di antaranya KH. Muhammad Rofi’i Baidhawi selaku Ketua BASSRA, Sekjen BASSRA KH. Syafik Rofi'i, Korda BASSRA Bangkalan KH. Imam Buchori Kholil, Korda BASSRA Sampang KH. Muhammad Aunul Abied, KH. Syafiuddin Abdul Wahid dan KH. Mahrus Malik.
Sementara Ketua BASSRA KH. Muhammad Rofi’i Baidhawi sangat bersyukur, karena empat pimpinan kepala daerah di Madura bisa duduk satu meja menyatukan persepsi untuk kemajuan Madura.
“Pertemuan ini ada agenda lanjutan berupa Halalbihalal Akbar bersama seluruh ulama BASSRA, sedangkan Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumahnya,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )