Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-05-2013
  • 342 Kali

BEM Se Madura Lakukan Aksi Tolak Kenaikan BBM

News Room, Jumat ( 03/05 ) Sekitar 20 perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Madura, Jumat (03/05) pagi, menggelar aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di depan Taman Adipura, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Sambil membentangkan poster-poster bertuliskan protes dan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Bahkan, mereka juga berorasi dan membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan, yang berisi penolakan terhadap kenaikan BBM, berikut alasan-alasan penolakannya. Korlap aksi, Khoirul Umam menjelaskan, belum saatnya pemerintah menaikkan harga BBM. Sebab, dampaknya akan dirasakan langsung oleh warga miskin, utamanya harga kebutuhan pokok yang secara otomatis juga ikut naik. “Bagi kami, kenaikan harga BBM hanya akan makin menyengsarakan rakyat. Kami, BEM se Madura sepakat untuk menolak kenaikan BBM, apapun alasannya !,"tegas Khoirul. Selain itu, lanjut Khoirul, beberapa efek buruk yang terjadi jika BBM dinaikkan, seperti usaha laut masyarakat pesisir. “Kalau BBM benar-benar dinaikkan, masyarakat kecil yang akan menanggunggnya. Para nelayan, petani, pedagang, dan semua lapisan masyarakat akan menanggung beban akibat naiknya harga BBM,”terangnya. Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah untuk mengkaji ulang terhadap rencana kenaikan BBM tersebut. “Pikirkan nasib masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan. Jangan hanya mempertimbangkan yang ada di perkotaan saja. Mereka akan makin terpuruk,”ungkapnya. Khoirul menegaskan, jika Pemerintah tetap nekat menaikkan harga BBM, maka BEM se Madura akan melakukan aksi turun jalan besar-besaran. “Ini bentuk protes kami. Pemerintah tidak boleh menaikkan harga BBM. Kalau itu terjadi, kami BEM se Madura dengan tegas menolak dan akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran,”pungkasnya. ( Nita, Esha )