News Room, Sabtu ( 15/01 ) Tumpahan minyak diperairan Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, belum dipastikan apakah akibat adanya kebocoran pipa migas milik PT. Santos. Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Dwita Andriyani, S.Psi menjelaskan, pihaknya memang sudah melakukan sidak ke pantai Pagarbatu, pada Jum’at (14/01) kemarin, namun belum bisa dipastikan, apakah luberan minyak itu akibat kebocoran pipa migas milik PT. Santos atau faktor lainnya. “Kondisi air laut memang keruh bercampur minyak. Tapi, ada dugaan kalau luberan minyak itu akibat erupsi letusan gunung Bromo, Probolinggo. Dan, ada juga yang menduga bocornya pipa migas milik PT. Santos. Namun, kami lebih cenderung adanya kebocoran pipa migas milik PT. Santos tersebut,”kata Dwita, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (15/01). Untuk mengetahui kepastian tumpahan minyak itu, kata Dwita, pihaknya akan segera memanggil Kepala Kantor Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep dan PT. Santos, guna membicarakan hal tersebut. “Kami tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut, secepatnya pihak terkait itu kami panggil, supaya masyarakat, utamanya nelayan di Desa Pagarbatu tidak sampai terkena dampak dari kejadian tersebut. Karena, kalau itu benar tumpahan minyak, bisa dipastikan ikan akan banyak yang mati termasuk terumbu karang,”ujarnya. Sementara, Kepala Kantor ESDM Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengaku masih akan ke pantai Pagarbatu, untuk meninjau, apakah memang benar adanya tumpahan minyak. “Jadi, kami belum bisa memastikan, karena masih akan kelokasi. Namun, kelihatannya tumpahan minyak itu diperkirakan bukan akibat kebocoran pipa migas milik PT. Santos, bisa saja ada kapal yang sengaja membuang minyak diperairan tersebut. Karena, tumpahannya hanya diperairan itu saja,”terang H. Suprayugi. Menurutnya, jika memang ada kebocoran pipa migas milik PT. Santos, luberannya bukan disatu perairan saja, namun akan menyebar hingga perairan Pulau Gililabak dan sekitarnya. “Meski demikian, kami akan bertindak cepat, dengan melakukan koordinasi dengan PT. Santos, untuk memastikan apakah tumpahan minyak itu akibat kebocoran pipa migas milik PT. Santos atau bukan,”pungkasnya. H. Suparyugi juga mengungkapkan, sebenarnya peristiwa tumpahan minyak itu juga pernah terjadi di perairan Kalianget, yang dilaporkan oleh nelayan setempat saat akan mencari ikan. “Ini sudah kasus kedua kalinya, sehingga kami memperkirakan tumpahan minyak itu karena adanya awak kapal yang sengaja membuang minyak ke laut,”ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )