Media Center, Selasa ( 08/08 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Disperta
Hortbun), Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengakui jika belum ada satupun
pabrikan yang mengajukan jadwal buka gudang untuk melakukan pembelian
tembakau rajangan.
“Kami belum terima surat pemberitahuan soal
kapan pabrikan akan mulai buka gudang, guna membeli tembakau rajangan di Sumenep,”kata Kepala Bidang Perkebunan,
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Abdul Hamid,
Selasa (08/08).
Terdapat tiga perwakilan perusahaan rokok di Sumenep yang biasa melakukan pembelian setiap tahun, yaitu Gudang Garam di Guluk-guluk, PT Gudang Garam di Patean, dan Wismilak.
Meski belum ada
pabrikan yang membeli tembakau, namun informasi di
lapangan, bahwa harga tembakau rajangan tembus Rp 45.000 per-kilogram.
“Kalau di bawah sudah ada yang beli, tapi itu kan yang kecil-kecil,”paparnya.
Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan,
Holtikultura, dan Perkebunan Sumenep, realisasi tanam tembakau pada
musim kemarau tahun ini hanya sekitar 14.000 hektare. Padahal, sesuai
ploting areal tanam tembakau yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur seluas 21.893 hektare. ( Nita, Esha )