Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-02-2016
  • 633 Kali

Belasan Aktivis Gempar Sumenep Gelar Aksi Ke Kejari

News Room, Selasa ( 02/02 ) Belasan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Proaksi dan Revolusi (Gempar) Sumenep, berunjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, pada Selasa (02/02).

Aksi mereka menyoroti kinerja Kejari terkait banyaknya tunggakan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) mengenai dugaan penyimpangan penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) di tahun 2015, seperti di Kecamatan Guluk-guluk, Batuputih, Rubaru, Dungkek, dan Talango, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010, dan bantuan APBN 2013.

“Kami sengaja datang ke Kejari Sumenep ini, untuk mempertanyakan masih banyak kasus yang tidak terselesaikan pada tahun 2015, bahkan kenapa banyak kasus tipikor yang tidak tuntas,”kata Korlap aksi Gempar, Mahfud, Selasa (02/02).

Ia menilai, Kejari sangat lamban menangani kasus tindak pidana korupsi, bahkan condong terkesan tidak jalan.

“Penegak hukum itu jangan main-main dengan kasus. Kalau memang ada indikasi melawan hukum, segera ditindak lanjuti,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Bambang Sutrisna, SH mengklaim sudah melaksanakan tugasnya sesuai mekanisme.

“Proses hukum itu membutuhkan waktu, tidak moro-moro diputuskan,”papar Bambang.

Untuk kasus raskin di Guluk-guluk, lanjutnya, prosesnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Untuk kasus dugaan penyimpangan raskin di Guluk-guluk sudah masuk proses penyidikan dan yang Lapa Laok, Dungkek sudah sidang dan yang bersangkutan telah menitipkan uang kerugian negara sebesar  Rp. 240 juta,”tukasnya. ( Nita, Esha )