News Room, Selasa (16/09) Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS), Selasa (16/09) pagi, mendatangi Markas Polres (Mapolres) setempat. Mereka berunjuk rasa terkait penegakan hukum di Bumi Sumekar yang dinilai berjalan lamban. Sambil membawa bendera merah putih, para aktivis juga berorasi seputar penegakan hukum yang tak kunjung tuntas. “Kami datang kesini (Polres Sumenep, red) untuk meminta Polres lebih serius menangani kasus, sebab selama ini banyak penanganan kasus tindak pidana korupsi yang tidak tuntas,”kata Hazmi, korlap aksi FAMS, Selasa (16/09). Menurutnya, sejumlah kasus korupsi yang tidak ditindak lanjuti, diantaranya kasus raskin, dan 14 paket proyek di salah satu SKPD di Sumenep. Dimana sejumlah CV menyebutkan, bahwa Polres juga mendapatkan jatah. “Aparat Polres harus lebih tegas lagi melakukan penegakan hukum, utamanya kasus korupsi,”terangnya. Sementara Kasat Reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna mengungkapkan, pihaknya akan menindak lanjuti apa yang telah disampaikan mahasiswa. “Kami akan tindak lanjuti aspirasi mahasiswa,”kata Gede. Gede memastikan, terkait 14 paket proyek di salah satu SKPD, Polres tidak terlibat. “Kalau soal 14 proyek itu kami pastikan tidak ada anggota Polres yang terlibat,”tegasnya. ( Nita, Esha )