News Room, Kamis ( 13/11 ) Untuk membentuk kader pemuda yang memiliki pemikiran maju serta dapat menjabarkan berbagai penafsiran dalam bahasa ilmiah, generasi muda, utamanya mahasiswa perlu dibekali diri dengan berbagai kegiatan yang bisa mengasah pemikiran dalam berinteraksi dengan semua komponen masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisariat PMII STKIP-PGRI Sumenep, Matharis disela-sela acara Pelantikan Pengurus PMII STKIP-PGRI Sumenep dan Bedah Buku “Tafsir Tradisionalis†dengan tema Membumikan Teks Dalam Konteks Kehidupan Sosial, yang dilaksanakan PK-PMII STKIP-PGRI Sumenep, di Hotel Safari Jaya Sumenep, Kamis(13/11). Menurut Matharis, kedepan diharapkan PMII STKIP-PGRI akan memiliki akses dalam berkegiatan lebih luas lagi, dan tidak hanya berkutat di kampus saja. Sebab, mahasiswa setelah lulus nantinya diharapkan akan memiliki kiprah lebih luas lagi ditengah-tengah masyarakat. Dan bisa mengembangkan keilmuan yang dimilikinya bersamaan dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang. Menyinggung soal bedah buka “Tafsir Tradisionalis†yang merupakan karangan Drs. KH. Abuya Busyro Kharim, M.Si, menurut Matharis sangat tepat dijadikan materi dalam bedah buku saat itu, karena buku itu mengupas berbagai penafsiran terhadap berbagai tafsir yang ternyata berbeda-beda. Yang ternyata dalam konteknya penafsiran bisa berkembang luas sesuai pemikiran manusia. Meski ada juga tafsir yang tetap mempertahankan penafsiran lama dan tidak ada perubahan hingga saat ini. ( Ren, Esha )