Sumenep-Infokom News Room : Akibat pernyataan Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Malik Effendi, SH tentang hasil kunjungan lapangan, 28 pelaksanaan proyek dinilai 60 % hasil proyek tersebut bermasalah, akhirnya mendapat reaksi keras dari anggota Komisi C yang lain. Pasalnya, ungkapan Ketua Komisi C tersebut sangat berlebihan, padahal dari hasil evaluasi seluruh pelaksanaan proyek tahun 2004 dinilai menunjukkan adanya kemajuan. Anggota Komisi C DPRD Sumenep, Raud Faiq Jakfar mengatakan, lokasi proyek bermasalah yang menjadi obyek kunjungan Komisi C kesemuanya berdasarkan pengaduan dari masyarakat. Bahkan kata Raud membenarkan, Komisi C mengunjungi 28 lokasi proyek, akan tetapi semua lokasi proyek itu berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, sehingga proyek yang bermasalah itu bukan hasil temuan Komisinya. Sedangkan lokasi lain yang tidak dilaporkan bermasalah oleh masyarakat tidak dikunjungi oleh Komisi C, dengan demikian lokasi proyek lain yang jumlahnya puluhan itu tidak menuai persoalan. Bahkan penilaian Ketua Komisi C, tegas Raud 28 proyek 60 % bermasalah itu cenderung berlebihan, sebab dari total pelaksanaan proyek yang dikerjakan Eksekutif, pekerjaannya 80 % telah sempurna. â€Kita turun kelapngan karena dikeluhkan oleh masyarakat, jadi keberhasilan proyek tahun 2004 mencapai 80 %, bukan 60 % dari 28 pelaksanaan proyekâ€, tegasnya. Ditempat yang sama anggota Komisi C DPRD Sumenep, Drs. Hamid Ali Munir mengatakan hal senada, bahkan Hamid Ali Munir menilai pernyataan Ketua komisi C itu sangat sepihak dan tidak berdasarkan data yang detail. Hamid sependapat dengan Raud Faiq Jakfar, bahwa secara keseluruhan pekerjaan proyek di Kabupaten Sumenep sudah ada peningkatan sekitar 80 % pekerjaan proyek di Kab Sumenep sudah sesuai dengan standard. â€Penilaian itu kurang akurat dan terkesan sepihak, padahal pembangunan proyek sudah berhasil 80 %â€, tegasnya. Hamid Ali Munir menambahkan dalam melakukan kunjungan semua anggota Komisi C dalam kunjungan itu telah turun kelapangan. Sementara itu menanggapi pernyataan miring dari anggota Komisi C, Ketua Komisi C DPRD Sumenep angkat bicara, menurut Malik Effendi, SH membantah keras pernyataan anggota Komisi C yang lain, sebab dirinya menilai pernyataan sikap mereka mengandung unsur muatan kepentingan pribadi. Bahkan Malik Effendi bersedia, jika pihaknya akan main buka-bukaan data hasil pekerjaan proyek 2004, apalagi menurutnya, kedua orang itu jarang ikut turun kelapangan, terutama kunjungan ke pelosok desa. â€Kedua orang itu jarang ikut kelapangan, hanya didaerah perkotaan saja, sehingga pernyataan mereka cenderung ada kepentinganâ€, tegasnya. Malik Effendi mengungkapkan, penilaian yang disampaikan dirinya, sejatinya berdasarkan 2 kali hasil rapat evaluasi, baik secara internal Komisi dan Rapat Kerja dengan counterpartnya, sehingga dirinya menyayangkan pernyataan mereka yang dimunculkan saat ini, seharusnya tegas Malik Effendi mereka mengungkapkan hal itu pada saat digelar rapat internal Komisi beberapa waktu lalu. Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Malik Effendi, SH mengatakan, sebanyak 60 % dari 28 proyek yang dikunjungi oleh Komisi C bermasalah. Sebagian besar dari 28 proyek itu menurut Malik, terjadi penyimpangan. ( Yasik, Esha )