News Room, Kamis ( 24/01 ) Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) di Surabaya, pada tahun 2013 akan mengucurkan anggaran sebesar Rp. 3,45 milyar, untuk pembangunan embung air di Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas PU. Pengairan Sumenep, Ir. H. Edy Rasiyadi, M.Si menjelaskan, pembangunan embung air yang anggarannya melalui APBN 2013, akan difokuskan pada satu titik, yakni Desa Aeng Merra, Kecamatan Batuputih. “Penentuan embung air itu, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Lokasinya memang termasuk lahan kritis. Jadi, sangat cocok untuk dibuat embung guna memenuhi kebutuhan air bersih disaat musim kemarau,”katanya. Edy mengungkapkan, sesuai ketentuan, untuk pembuatan embung air anggarannya dari APBN, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga ikut andil dalam penyediaan anggaran pendamping melalui APBD 2013. “Anggaran yang disiapkan Pemkab Sumenep sekitar Rp. 600 juta, digunakan untuk pembebasan lahan. Sekarang masih dalam proses pengukuran lahan yang dibutuhkan. Kepastian berapa lahan yang diperlukan belum diketahui. Apalagi konstruksi bangunan juga belum diterima,”terangnya. Perencanaan proyek konstruksi embung air yang ditangani Pemerintah Propinsi Jawa Timur itu belum dilakukan, namun dipastikan terealisasi tahun ini. “Pembuatan embung air pasti terealisasi tahun ini. Pembebasan lahan sudah dalam proses, tinggal menunggu konstruksi bangunan saja, setelah itu langsung jalan pelaksanaan pembangunannya,”ungkapnya. H. Edy menambahkan, pembangunan embung air ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam meningkatkan perekonomian khususnya dibidang pertanian. “Selama ini, sumber air di Desa Aeng Merra terbuang sia-sia ketika musim hujan. Sementara disaat musim kemarau warga sekitar kekurangan air mengingat wilayah tersebut masuk lahan kritis,”pungkasnya. ( Nita, Esha )