Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-11-2009
  • 556 Kali

BBM Langka, Nelayan Sapeken Tak Melaut

News Room, Selasa ( 10/11 ) Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menyebabkan ratusan nelayan di daerah tersebut tak melaut. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep dari Kecamatan (Kepulauan) Sapeken, Nur Asyur mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi sejak pekan lalu sudah berimbas pada aktivitas nelayan. “Akibatnya nelayan di Sapeken sudah tidak bisa mencari nafkah atau tidak bisa melaut. Saat ini, yang dibutuhkan bukan solar lagi, tapi minyak tanah juga, untuk digunakan pada mesin perahu. Karena kebanyakan nelayan di Sapeken bakar bakarnya dicampur antara solar dengan minyak tanah,” terangnya. Menurut Nur Asyur, selama ini solar dan minyak tanah dipasok dari wilayah daratan Sumenep dan Bali. “Tapi, karena belakangan banyak yang ditangkap gara-gara tidak mengantongi dokumen resmi, maka sudah tidak ada yang berani memasok solar dan minyak tanah lagi,”ujarnya. Dengan kelangkaan itu, kata Nur Asyur, harga solar tembus Rp. 8.000,00 per-botol (kurang dari 1 liter) dari sebelumnya Rp. 6.000,00 dan minyak tanah Rp. 7.000,00 per-liter dari sebelumnya Rp. 5.000,00. Sementara itu, Camat Sapeken, Sunaryo, S.Sos membenarkan terjadinya kelangkaan BBM jenis solar dan minyak tanah di wilayahnya. “Nelayan di Sapeken, sekarang memang kekurangan solar dan minyak tanah. Tapi, kondisi itu sudah kami laporkan pada Bupati Sumenep sekaligus meminta solusi guna mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi sejak pekan lalu,”katanya. ( Nita, Esha )