Sumenep-Infokom News Room : Akibat langkanya BBM di kepulauan Arjasa belakangan ini, menurut informasi yang ditangkap News Room jika pasokan BBM tidak segera ditangani, maka sebagian besar masyarakat dan kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik guru maupun aparatur Kecamatan di daerah itu berencana akan menggelar aksi mogok kerja hari Kamis (18/08). Menanggapi persolan itu, ditemui seusai mengikuti Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Kantor Bupati, Ketua DPRD Sumenep, KH. Drs. Busyro Karim, M.Si mengatakan, sebagai antisipasi jangka pendek, selayaknya apabila Pemerintah Daerah melakukan penyewaan kapal perahu untuk kepentingan pengirimam BBM itu. Namun demikian, KH. Busyro berharap agar masyarakat bersikap sabar, sebab permasalahan BBM itu tidak sekedar terjadi di kepuluan Kabupaten Sumenep, melainkan hampir terjadi di seluruh tanah air. Sementara itu, guna menyelesaikan langkanya BBM di daerah Arjasa itu, Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si langsung bertindak tegas menghubungi Waka Polres dan Polisi Air, agar kapal yang mengangkut BBM milik H. Sudahnan yang ditangkap Polisi Air Kalianget, beberapa pekan lalu itu untuk diizinkan melakukan pengirimam BBM ke kepuluan Arjasa, dan hasilnya Polisi Air merespon keinginan Pemkab Sumenep itu. Hanya saja Bupati Endro Siswantoro mengatakan, pemilik kapal dan BBM H. Sudahnan itu harus mengantongi rekomendasi dari Polisi Air, bahwa kapal itu sebagai titip rawat dan barang bukti BBM, demi kepentingan masyarakat, diperbolehkan untuk dijual kepada masyarakat . Bahkan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan, pengirimam BBM itu akan didampingi Kabag Penyusunan Program Setda Kabupaten Sumenep, Ir. Moh Jakfar mewakili Pemkab Sumenep. Adanya upaya pengirimam BBM ke kepuluan Arjasa itu, Bupati Endro Siswantoro meminta agar masyarakat yang berencana mogok kerja itu dibatalkan, sebab yang dirugikan juga masyarakat setempat. ( Yasik, Esha )