Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-10-2015
  • 1328 Kali

Batik Kebanggaan Warga Sumenep Sejak Jaman Kerajaan

News Room, Jumat ( 02/10 ) Hari Batik Nasional 2015 hari ini, Jumat (02/10) sangat diharapkan para pengrajin batik khususnya di Sumenep, dapat menjadikan batik semakin diminati masyarakat, dan menjadi kebanggan bagi pemakainya, sehingga keberadaan sentra batik yang ada di Sumenep tetap bertahan dalam menjalankan usahanya. Hal tersebut diharapkan salah seorang pengrajin batik asal Pekandangan Barat, Kecamatan Bluto, Taufan.

Menurutnya, Sentra Batik Tulis di Desa Pakandangan Barat, sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Kerajaan Sumenep ini masih berdiri. Dan sampai saat ini masih bertahan.

“Disamping tetap mempertahankan tradisi batik tulis, kami tetap mengikuti perkembangan motif dan desain dalam membatik,”ungkapnya.

Diakui, jika motif batik buatannya banyak dipengaruhi tradisi keraton. Misalnya, terlihat motif kipas yang sudah ada sejak tahun 1930-an. Karena, sejak zaman dulu, motif kipas paling banyak dipakai para putri raja. Dan secara turun temurun terus bertahan hingga saat ini.

Sementara Hidayat, salah seorang penggemar batik asal Desa Kolor ini mengaku sangat menyukai baju batik yang memang khas Sumenep. Karena, saat memakai batik, sepertinya memberikan kharisma bagi pemakainya, sehingga membuat pemakainya tampak lebih berwibawa.

“Budaya pakai batik jangan dihilangkan, kita harus selalu bangga dengan memakai batik, yang ternyata batik sudah banyak dipakai orang-orang penting di belahan dunia,”tukas pria yang juga senang koleksi batu akik ini.

Menurutnya, dirinya sangat men-support kebijakan Pemkab Sumenep yang menjadikan saat ini pakaian batik sebagai pakaian dinas mulai hari Rabu hingga Jum’at, sehingga disamping tampak lebih wibawa, para pengrajin, penjual batik hingga penjahit turut senang, karena ordernya semakin meningkat.

“Saya mendukung kebijakan ini harus terus dilanjutkan, agar batik menjadi pakaian kebanggaan di Sumenep,”tambahnya. ( Ren, Esha )