Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-09-2008
  • 449 Kali

Baru Sekitar 3.000 Warga Ajukan Sertifikat Tanah

News Room, Senin ( 01/09 ) Upaya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia meluncurkan program Ayudikasi, yang bertujuan untuk mempercepat penerbitan sertifikat, nampaknya direspon oleh masyarakat. Terbukti, sejak Juni hingga awal September ini, jumlah masyarakat Kabupaten Sumenep yang mengajukan penerbitan sertifikat tanah sudah mencapai 3.000 warga. Jumlah itu dinilai masih rendah, sebab BPN Kabupaten Sumenep dalam program Ayudikasi ini menargetkan 15.000 sertifikat yang bakal dikeluarkan. Pelaksanaan Ayudikasi tersebut, diletakkan di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Lenteng di Desa Jambu dan Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, serta di Desa Braji Kecamatan Gapura. “Masing-masing lokasi itu, baru terdata 1.000 warga yang mengajukan penerbitan sertifikat. Kami akan bekerja lebih maksimal lagi, supaya memenuhi target,”kata Kepala BPN Kabupaten Sumenep, Drs. H. Kusbandi, kepada sejumlah wartawan, di kantornya Jalan Payudan Barat, Sumenep, Senin (01/09). Ia mengaku tidak tahu mengapa masyarakat di 3 lokasi itu, belum menunjukkan antusias dalam penerbitan sertifikat. Padahal, program Ayudikasi itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik proses penerbitan yang cepat dan biaya murah. Sebenarnya program Ayudikasi itu dibiayai oleh APBN, tapi untuk ditingkat bawah dibutuhkan ongkos bagi pekerja lapangan, sehingga setiap pemohon yang mengajukan penerbitan sertifikat dikenakan biaya. “Sekarang tinggal masyarakatnya saja, apakah ingin mengantongi sertifikat tanah atau tidak. Yang penting kami sudah berbuat semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat secara mudah dan cepat menerbitkan sertifikat,”terangnya. Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, program ini akan berlangsung hingga Desember 2008 nanti. Karena itu, jumlah warga yang sudah mengajukan sertifikat sebanyak 3.000 orang itu, akan segera diberikan secara simbolis dalam launching Program Ayudikasi. “Insya Allah, launching itu akan dilakukan September ini,”ujarnya. ( Nita, Esha )