Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-03-2017
  • 830 Kali

Banyak Situs Sejarah Tersembunyi Di Kawasan Asta Tinggi

Media Center, Senin ( 06/03 ) Napak tilas situs bersejarah di kawasan Asta Tinggi ternyata menarik. Khususnya bagi beberapa pemerhati sejarah muda di Sumenep, R. Nurul Hidayat dan kawan-kawan.

“Di luar kompleks utama itu banyak tersimpan situs sejarah. Justru karena luput dari perhatian banyak pihak, sisi originalitasnya sangat kental,”kata Nurul, di sebuah makam kuna di jalan Asta Tinggi, Senin (06/03) pada Media Center. 

Makam kuna yang didatangi Nurul pagi tadi ialah sebuah makam unik di kampung Banasokon, Desa Kebunagung. Medan menuju situs itu lumayan sulit dan agak berbahaya. Terutama di musim hujan saat ini. Karena banyak jurang yang tertutup rumput dan tumbuhan lainnya. “Jadi, harus hati-hati. Karena jika tidak, bisa terperosok ke jurang,”katanya, sembari menunjuk sebuah tempat. 

Keunikan makam kuna yang didatangi pagi itu terletak pada kubah atau cungkup yang menaungi tiga makam di dalamnya. Cungkup tersebut ditumbuhi dua pohon besar tepat di pintu masuknya. 

“Ukiran dan keterangan tulisan pada kijing masih sangat bagus, mungkin dikarenakan masih belum tersentuh perawatan yang justru bisa merusak atau mengaburkan tulisan, seperti mengecat ulang dan lain sebagainya,”kata Nurul.

Di batu nisan ini tertulis keterangan bahwa yang dimakamkan di bawah kijing adalah Ibu dari Pangeran Lutenan Kornel/Kolonel (Pangeran Leknan) yang wafat tahun 1231 Hijriah. 

Sebuah riwayat menyebut bahwa Ibu Pangeran Leknan berasal dari negeri Aceh. Beliau merupakan salah satu ampian (garwa selir) Sultan Abdurrahman Pakunataningrat. Di sekitar cungkup masih ada 2 atau 3 cungkup yang masih belum terdeteksi tentang siapa saja yang dimakamkan di dalamnya. “Perlu terus hunting lagi,”kata Nurul sambil tertawa. ( M Farhan, Esha )