Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-07-2016
  • 3457 Kali

Banyak Orang Luar Tak Paham Filosofi Clurit Madura

News Room, Selasa ( 19/07 ) Memahami filosofi dan watak orang Madura memang tidak mudah. Seperti simbol clurit yang sering dianggap sebagai bagian dari kekerasan. Padahal menurut beberapa pakar budaya di Madura, seperti almarhum RP. Abd. Sukur Notoasmoro, clurit secara sederhana berbeda dengan arit yang memiliki bentuk hampir sama. 

“Clurit itu adalah simbol kejantanan laki-laki,”kata Gus Sukur, seperti yang ditirukan putranya, H. RB Nurul Hamzah, pada Media Center. 

Konon, Nurul melanjutkan, barisan tulang rusuk laki-laki berkurang karena diciptakan oleh Allah menjadi perempuan. Nah, untuk mengganti bagian yang hilang itu, orang Madura menggantinya dengan clurit yang dibuat sekep atau songkel.

“Clurit itu kan bentuknya bengkok, mirip dengan tulang rusuk yang berkurang itu, sehingga kejantanan laki-laki tidak berkurang,”tambah Nurul. 

Disamping itu clurit dibawa untuk menjaga keselamatan. Jadi bukan untuk dibuat mencari musuh dan asal tebas. Oleh karena itu, filosofi clurit harus diluruskan, sehingga stigma orang Madura dengan cluritnya yang diindentikkan dengan perilaku kasar dan suka berkelahi bisa terhapus. 

“Kalau buat menebas tubuh orang itu bukan clurit, tapi arit. Arit kan biasa dipakai untuk menyabit rumput,”tutup Gus Nurul. ( Farhan, Esha )