News Room, Sabtu ( 27/03 ) Bantuan ternak sapi sebanyak 40 ekor dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, yang diterima salah satu kelompok ternak yang ada di Yayasan Pondok Pesantren di Sumenep, tepatnya di Ponpes Istifadah Desa Gingging Kecamatan Bluto akhir 2009 lalu, saat ini sudah tampak mulai besar dan berisi, sehingga dipastikan sudah dapat hasil apabila nantiya dijual dan kembali dan dibelikan bibit ternak baru. Ketua Yayasan Istifadah, KH. M. Fadal ketika ditemui wartawan mengungkapkan, awal menerima puluhan sapi ternak tersebut memang agak kesulitan dari sisi pemeliharaan ternak, namun, ketika salah seorang anggota kelompoknya mengikuti pelatihan pemeliharaan sapi dan ensiminasi sapi, sudah tidak ada masalah lagi. "Bahkan, penyaluran sapi bantuan tersebut kepada anggota kelompoknya hampir semua anggotanya sudah bisa menerapkan beternak dengan baik,"ujarnya. Pengasuh Lembaga Pendidikan MI dan MTs ini juga berharap, dari hasil ternak sapi tersebut juga bisa lebih memberikan kesejahteraan pada para peternak, Ustad dan Ustadzah serta para santri, sehingga dengan bantuan ternak tersebut dapat dipetik manfaat dan bisa dikembangkan pada kelompok ternak lainnya, agar memiliki kesempatan yang sama untuk lebih meningkatkan kesejahteraan melalui usaha peternakan. Sementara salah seorang anggota peternak Kelompok Ternak Istifadah, Jufri mengaku, memelihara ternak sapi memang diperlukan ketelatenan dan keuletan. Sebab, jika kurang ulet dan telaten dimungkinkan hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diinginkan. Sebab, beternak bisa beruntung jika ternaknya gemuk dan sehat. "Syukurlah, berkat pendampingan dari Dinas Peternakan dan kerja keras peternak, kesulitan yang pernah dialami saat ini sudah tidak menjadi kendala. Setidaknya, untuk setiap pakan dengan menggunakan konsentrat, ampas tahu serta selingan rumput setiap hari per-ekor sapi jika dikalkulasikan dengan harga, bisa menghabiskan biaya sebesar Rp. 5.000,00,"pungkasnya. ( Ren, Esha )