News Room, Senin ( 02/12 ) Munculnya pemberdayaan itu menjadi sangat penting, karena adanya kesadaran perlunya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sebab, kata kunci utama dari pemberdayaan, yakni kemandirian. Adanya gagasan bahwa partisipasi masyarakat itu seyogyanya merefleksikan kemandirian bukanlah tanpa alasan. Tanpa adanya kemandirian, maka partisipasi masyarakat hanya jadi sebuah mobilisasi belaka. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara penyerahan Bantuan Hibah Keuangan dan Simpan Pinjam Perempuan melalui Dana Program Nasional Pemberdayaan Masayarakat Mandiri Perdesaaan (PNPM-MP) di halaman Kantor BPMP-KB Kabupaten Sumenep, Senin (02/12). Menurutnya, esensi pemberdayaan masyarakat adalah proses dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Pemerintah hanya memfasilitasi, sementara masyarakatlah yang mengambil inisiatif sendiri, dalam pembangunan dan peningkatan taraf hidup mereka. “Program pemberdayaan di Kabupaten Sumenep terus kita upayakan untuk makin baik. Dan komitmen itu dapat kita lihat dari banyaknya anggaran yang telah diberikan pemerintah. “ungkapnya. Dijelaskan, tahun 2013 ini, anggaran pemberdayaan mencapai Rp. 79,6 milyar, Rp. 58 milyar dari APBN, Rp. 22 milyar dari APBD Kabupaten Sumenep, dan dari APBD Propinsi berjumlah Rp. 555 juta. Sedangkan anggaran yang besar itu, memang harus diakui belum mencukupi pemenuhan infrastruktur dasar yang diperlukan di desa-desa, di kecamatan-kecamatan, apalagi di wilayah pedalaman. Bupati juga berharap agar apapun yang diberikan pemerintah, untuk dijadikan sebagai modal penting untuk kita maju. Sebab, keberhasilan pemerintah meningkatkan kualitas masyarakat, bukan dilihat dari sejauh mana besar anggaran yang dikhususkan bagi masyarakat, namun sejauh mana prioritas-prioritas yang dituju bisa berhasil dengan baik. “Bantuan-bantuan dari pemerintah ini, hanyalah dorongan, agar masyarakat meningkatkan kewirausahaannya, sehingga mampu menciptakan pekerjaan sendiri,“tambahnya. Sementara Kepala BPMP-KB Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM menjelaskan dalam kegiatan tersebut diberikan secara simbolis sejumlah bantuan kepada masyarakat berupa program PNPM, hibah keuangan Pasar Desa, keuangan program keuangan unit dan usaha (PUPKU), PKPKM, peresmian secara simbolis pembangunan 6 gedung UPT KB, pemberian peralatan memasak korban KDRT, bantuan pembinaan pemenang keluarga harmonis, bina keluarga balita, pembinaan keluarga lansia, bantuan pembinaan PPKBD, pusat konseling remaja (PKIR), KB miskin dan bantuan lainnya. “Beberapa bantuan kepada masyarakat tersebut diharapkan menjadi memicu kemandirian pemberdayaan bagi masyarakat,”ungkapnya. ( Ren, Esha )