News Room, Kamis ( 26/11 ) Gonjang-ganjing bantuan modal usaha bagi Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Sumenep berasal dari perorangan yang ingin maju dalam Pemilu Kepala Daerah 2010, membuat Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM angkat bicara. H. Ach. Masuni mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali menjelaskan pada Koperasi Wanita penerima bantuan dan masyarakat, bahwa bantuan itu bukan berasal dari kelompok atau perorangan, melainkan murni dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, jika masyarakat menemukan ada pihak atau seseorang yang memanfatakan bantuan modal usaha Koperasi Wanita itu untuk kepentingan politik, khususnya Pemilu Kepala Daerah 2010, hendaknya melaporkan pada pihak yang berwajib. Sebab, misi bantuan itu bukan untuk politik, namun guna membantu masyarakat kecil. â€ÂApabila masyarakat mempunyai bukti konkret bantuan hibah itu dipolitisir oleh salah satu orang atau kelompok untuk kepentingan Pemilu Pilkada, kami harapkan untuk melaporkan saja pada penegak hukum,†tegasnya. H. Ach. Masuni menyatakan, sesuai amanah dari Pemerintah Propinnsi Jawa Timur, Koperasi Wanita yang menerima bantuan dana hibah itu sebanyak 146 lembaga, dengan perincian masing-masing koperasi menerima kucuran dana sebesar Rp. 25 juta. â€ÂPemerintah Propinsi Jawa Timur mengucurkan modal usaha bagi Kopersai Wanita untuk mempermudah akses permodalan pengusaha kecil di pedesaan dengan bunga yang relatif kecil, â€Âtambahnya. Sementara itu, untuk mengklarifikasi bertiupnya kabar bantuan modal usaha Koperasi Wanita itu dimanfaatkan seseorang yang ingin maju dalam Pemilu Kepala Daerah 2010, Kamis, (26/11), Komisi B DPRD Sumenep menggelar audensi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. ( Yasik, Esha )