Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-02-2006
  • 672 Kali

BANTUAN LANGSUNG TUNAI TAK AKAN DIHENTIKAN

Sumenep-Infokom News Room : Pemerintah tidak akan merevisi ataupun menghentikan program penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk diganti dengan program padat karya. Selain anggarannya telah disetujui DPR. Program penyaluran BLT itu melengkapi program kompensasi pengurangan subsidi (PKPS) BBM pembangunan infrastruktur pedesaan. Hal itu ditegaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin. Menurut Wakil Presiden, anggaran cash transfer sebagai bagian dari kompensasi kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005 lalu, telah disetujui dalam APBN 2006. Besarnya Rp. 17 triliun. Dana itu akan dibagikan kepada 15,5 juta rakyat miskin, dalam tiga priode. “Program itu memang hanya setahun ini. Karena itu, kartunya (kartu keluarga miskin) empat. Sekarang ini kan baru dua yang dipakai dan sudah ada anggarannya. Kalau dihentikan, reaksi DPR macam mana nanti�, kata Wakil Presiden. Menurut Wapres, desain awal program BLT memang tidak dimaksudkan untuk program padat karya. Sebab, dalam waktu bersamaan, pemerintah telah menganggarkan dana PKPS bidang infrastruktur pedesaan yang bersifat padat karya. “Konsepnya adalah memberikan tambahan penghasilan kepada orang yang bekerja, bukan untuk pengangguran. Mungkin pengemudi becak dan buruh pelabuhan yang sudah bekerja. Tapi, karena kenaikan harga BBM, daya belinya berkurang. Kita subsidi dengan BLT�, ujar Wapres. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat peringatan Hari Pers Nasional ke 60 di Bandung, mengaku akan mengevaluasi kembali program BLT dan mengalihkan dananya untuk program pembangunan infrastruktur padat karya. Presiden juga menyatakan, pemerintah sedang melakukan kajian mendalam atas efek dari penyaluran BLT. ( JP, Esha )