News Room, Rabu ( 12/12 ) Bantuan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2012, yang diterima sejumlah kelompok tani di Kecamatan Bluto, Rabu (12/12) pagi, dimonitor dan dievaluasi oleh tim Monitoring dan Evaluasi DBHCHT Kabupaten Sumenep. Kepala Bagian Perekonomian Setretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si menjelaskan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini dilakukan secara bersama oleh perwakilan 7 satuan kerja perangkat derah (SKPD), sebagai pengelola dan penyalur bantuan DBHCHT tahun 2012, dengan sistem turun langsung ke lapangan. “Untuk monitoring dan evaluasi pada Rabu (12/12) ini, difokuskan di Kecamatan Bluto, bagi bantuan alat membatik, alat pembuatan susu kedelai, bantuan kertas rokok, peralatan panen tembakau, bantuan pembuatan komposter dan bantuan alat kesehatan di Puskesmas setempat,”kata H. Saiful, Rabu (12/12). Hasilnya, seluruh bantuan DBHCHT 2012 tersebut disalurkan dengan baik dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan hibah melalui program DBHCHT ini, dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima manfaat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian para anggota masing-masing kelompok tani penerima maupun masyarakat sekitarnya,”terangnya. H. Saiful mengungkapkan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi DBHCHT ini, merupakan kegiatan akhir tahun, guna mengecek secara langsung realisasi bantuan DBHCHT tersebut. “Kegiatan itu, kami bagi lima tahap dengan mengunjungi seluruh kecamatan secara bergantian yang mendapat bantuan DBHCHT. Untuk sementara, monitoring dan evaluasi ini, berjalan dengan aman dan lancar,”ungkapnya. Bantuan DBHCHT yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke Kabupaten Sumenep, sebesar Rp. 21 milyar lebih, yang disalurkan melalui 7 SKPD diantaranya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan, Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA), Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sumenep. ( Nita, Esha )