Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-05-2009
  • 871 Kali

Bangun Gedung Sekolah Rusak, Utamakan Yang Banyak Siswanya

News Room, Selasa ( 19/05 ) Masih banyaknya gedung sekolah yang rusak dan tidak layak huni, utamanya di kepulauan, sehingga terkadang satu kelas dibagi menjadi dua kelas. Bahkan, ada yang masih harus pinjam ruang kelas di rumah penduduk merupakan fenomina yang harus menjadi evaluasi bersama. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Sumenep, Drs. H. Kamalil Ersyad, M.Pd menanggapi keluhan berbagai kalangan terkait kondisi sekolah saat ini. Karena itu pihaknya berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep harus terus melakukan pendataan dan evaluasi bersama, dengan mengacu pada skala prioritas. Hal itu tegas politisi asal PKB ini, agar siswa yang melaksanakan kegiatan Belajar mengajar (KBM) bisa terlaksana dengan baik. sebab, setiap tahun selalu ada anggran untuk rehab gedung sekolah, baik melalui anggaran daerah maupun pusat. "Kita berharap dalam penentuan rehabilitasi gedung sekolah mengacu pada skala prioritas. Misalnya memprioritaskan rehab untuk gedung sekolah yang banyak siswanya, namun kelasnya justeru kurang,"ujar H. Kamalil Ersyad. Sebab, yang jelas dari sisi pembelajaran kurang efektif. Sementara yang kosong tidak perlu dipaksakan untuk dibangun, karena ujug-ujungnya tidak ada siswa disana. Disamping fenomena banyak sekolah yang siswanya tidak punya ruang kelas memadai, justeru ada sebagian lagi malah banyak sekolah yang kosong tidak ada muridnya. Fenomena itu terjadi, menurut H. Ersyad, karena berbagai faktor, bisa karena banyaknya sekolah swasta dan MI bermunculan atau faktor non teknis lainnya. Karena itu sekali lagi H. Ersyad berharap, lemahnya sisi evaluasi harus menjadi persoalan yang harus diperbaiki, sehingga kinerja Dinas Pendidikan akan lebih diterima oleh masyarakat. Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh.Rais, S.Pd. M.Si kepada wartawan sebelumnya mengungkapkan, guna peningkatan kualitas pendidikan di Sumenep, salah satunya memang terkait dengan sarana pendidikan yang memadai. Karena itu, pihaknya selalu memprioritaskan gedug sekolah yang rusak berat dan sebagiannya yang rusak ringan. Dijelaskan, untuk tahun 2009 ini Sumenep mendapat anggaran cukup besar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 24 milyar. Dan direncanakan untuk memperbaiki sebanyak 114 gedung sekolah, 90 lembaga diantaranya rusak berat dan 40 lembaga rusak ringan, terutama di Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersebar di 27 Kecamatan daratan dan kepulauan. Sebab, gedung sekolah yang rusak mayoritas gedung SDN yang dibangun sekitar tahun 1974 melalui program Instruksi Presiden (Inpres).( Ren, Esha )