Media Center, Sabtu ( 19/08 ) Desa Ketawang Karay Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep memanfaatkan
Dana Desa (DD) untuk pembangunan bronjong di Dusun Sobuk, Desa Ketawang
Karay. Pembangunan bronjong dilakukan guna menahan longsoran tanah di
bahu jalan Desa setempat.
Kepala Desa Ketawang Karay, Hairuddin
mengatakan, pembangunan bronjong untuk penahan tanah jalan Desa itu atas
permintaan masyarakat dalam musyawarah Desa. Itu dilakukan supaya
kondisi tanah di lokasi pembangunan bronjong tidak semakin rusak, akibat
tanahnya terjadi longsor sewaktu-waktu.
“Masyarakat ingin jalan
Desa di Dusun Sobuk ada bronjong untuk menahan tepi jalan, karena saat
ini tanah di lokasi itu sering longsor, sehingga masyarakat khawatir
longsoran tanah semakin parah,”kata Hairudin, Sabtu (19/08).
Hairudin mengatakan, pembangunan bronjong untuk menahan bahu jalan Desa
sangat penting, karena jalan itu merupakan jalan Desa yang menghubungkan
aktivitas masyarakat di 3 dusun, yakni Dusun Angsanah, Mandala, dan
Dusun Sobuk, sehingga apabila longsoran tanah di akses jalan tersebut
semakin parah, mengkibatkan jalan Desa terputus, yang bisa mengganggu
aktivitas masyarakat, karena tidak bisa melewati jalan itu.
”Jalan
Desa itu yang menghubungkan masyarakat di 3 Dusun, sehingga kami harus
mengantisasi supaya longsor bahu jalan tidak semakin parah. Alhamdulilh
pembangunan bronjong sudah selesai,”tegas Hairudin.
Hairudin
mengungkapkan, pembangunan bronjong itu murni menggunakan Dana Desa (DD)
tahun 2017 sebesar Rp. 199.253.800,00 dengan volume panjang 24 meter
dan lebar 6 meter.
“Semoga dengan pembangunan bronjong di Dusun
Sobuk RT 20 RW 10 memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ketawang Karay
di 3 Dusun itu dengan jumlah penduduk sebanyak 3.000 jiwa,”tambahnya.
Sementara salah seorang tokoh masyasarakat Desa setempat, Zaini
menambahkan, pihaknya menyambut baik pembangunan bronjong itu demi akses
jalan Desa, agar tidak rusak dan memutus sarana transportasi masyarakat
di 3 Dusun.
”Pembangunan bronjong itu memang benar-benar
kebutuhan masyarakat untuk akses jalan, sehingga masyarakat tidak perlu
merasa was-was dengan ancaman longsor di bahu jalan Desa
itu,”tambahnya. ( Yasik, Esha )