Media Center, Senin ( 02/03 ) Terhitung sejak Rabu (26/02/2020) lalu, Komunitas Ngopi Sejarah (Ngoser) melakukan perbaikan sekaligus perawatan situs pemakaman keluarga Raden Ardikusuma, di kawasan Asta Tinggi, Desa Kebunagung.
Perbaikan itu berupa menata bangunan pagar yang sebagian besar roboh. Di samping menyemen sebagian area agar tidak lekas ditumbuhi rumput dan tanaman liar.
“Khususnya di bagian utama, yaitu di sekitar pasarean Raden Ardikusuma dan keluarga beliau,” kata Ja’far Shadiq, salah satu anggota Komunitas Ngoser, Senin (02/03/2020).
Sebelum itu, Ngoser menggelar kegiatan bakti situs. Kegiatan itu dimulai dengan membersihkan area pemakaman.
“Bersih-bersih ringan,” kata Iik Guno Sasmito, yang juga anggota Ngoser, Ahad (16/02/2020) lalu.
Dalam pantauan Media Center, kawasan pemakaman Raden Ardikusuma memang dipenuhi rumput liar yang meninggi. Sehingga hampir menutup akses untuk ziarah ke sana.
Kawasan tersebut berada di sebelah selatan pagar atau kawasan utama Asta Tinggi.
“Langkah awal kita bersihkan dulu rumput atau tanaman liar di sekitar pasarean,” jelas Iik, Senin (02/03/2020).
Sedang khusus peninggalan atau situs makam, Ngoser juga melakukan perawatan ringan. Seperti menyikat kijing dan mengecatnya.
“Tentunya dengan perawatan yang tidak merusak situs, terutama prasasti di nisan,” kata Hairil Anwar, salah satu anggota Ngoser lainnya.
Raden Ardikusuma merupakan salah satu saudara seibu Panembahan Sumolo. Di masa lalu beliau merupakan seorang Qodi yang dikenal dengan kealimannya. Sehingga juga dijadikan penasihat raja di kala itu. ( Han, Fer )