News Room, Sabtu ( 04/07 ) Seluruh Pengurus Nahdatul Ulama (NU) se Jawa Timur, Jum’at siang kemarin (03/07) berkumpul di halaman Ponpes Al-Usymuni Tarate Sumenep untuk mengikuti Bahtsul Masail Syuriyah NU. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM saat membuka acara tersebut mengharapkan, dalam forum Bahtsul Masail Syuriyah NU tersebut, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasayarakatan, mampu menghasilkan terobosan-terobosan untuk menjawab semua tantangan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Bupati Sumenep juga mengingatkan kepada seluruh warga Nahdiyin untuk tidak terjebak dalam politik praktis, walaupun sebagai bagian dari masyarakat dan bernegara, para warga nahdiyin berhak menentukan sikap politisnya, namun jangan sampai membawa nama NU secara kelembagaan. “Utamanya menyongsong hajatan besar bangsa ini, yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan digelar 8 Juli 2009 mendatang, secara kelembagaan NU harus disterilkan dari kegiatan politik,â€Âtegasnya. Munurut mantan Rois Syuriyah NU Kabupaten Sumenep tersebut, sangat disayangkan bila nama besar NU harus dipertaruhkan untuk kepentingan politik sesaat. “NU harus tetap konsisten memperjuangkan Aqidah Ahlus Sunnah Waljama’ah (Aswaja), di tengah-tenganh masyarakat,â€Âtegasnya, Senada dengan Bupati Sumenep, Rois Suryah NU Jawa Timur, KH. Miftahul Ahyar yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, NU harus terus konsisten memperjuangkan ajaran Aswajah, jangan sampai dipecah belah oleh kepentingan-kepentingan politik. “Oleh karena itu, dalam menentukan pimpinan nantinya, juga harus benar-benar memilih calon pemimpin yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan ajaran Aswaja,â€Âtegasanya. ( Gun, Esha )