News Room, Selasa (29/06) Komisi B DPRD Sumenep terus melakukan upaya koordinasi dengan Dinas terkait dalam menangani persoalan yang sempat menjadi konsumsi pemberitaan yang kurang mengenakkan ditelinga masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep, utamanya terkait dengan adanya pembangunan gudang hasil pertanian, seperti Gudang SILO di Kecamatan Bluto dan Gudang di Kecamatan Ganding yang dianggarkan melalui APBD Propinsi Jatim. Sekretaris Komisi B DPRD Sumenep, H. Sukarnaedi usai melakukan hearing dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, Komisinya menginginkan penjelasan yang sejelas-jelasnya melalui Disperindag Sumenep. Sebab, bagaimanapun Disperindag merupakan kepanjangan tangan terhadap proyek yang direncanakan untuk membantu petani dalam penyaluran dan penyimpanan hasil pertanian. “Namun, kami masih belum bisa menerima informasi dengan jelas, karena Kepala Disperindag berada diluar Kota, sedangkan yang hadir 2 Kepala Bidang yang tidak banyak mengetahui persoalan pembangunan gudang tersebut,â€Âujar Sukarnaedi. Karena itu tegasnya, Komisi B akan kembali mengundang pimpinan Sarker Disperindag Sumenep dalam waktu dekat, sehingga persoalan mengenai pembangunan kedua gudang yang hingga saat ini masih belum dimanfaatkan sama sekali tersebut, bisa segera diselesaikan. Sebab, jika itu dibiarkan berlarut-larut, pertanyaan masyarakat yang mempersoalkan kedua bangunan yang biayanya milyaran rupiah tersebut semakin panjang. Karena memang kenyataannya, pembangunan yang dilaksanakan tahun 2009 itu hingga saat ini sepertinya terbengkalai. Apalagi, khususnya yang di Kecamatan Bluto beberapa sisinya sudah mulai ada yang mengelupas, sehingga rawan dan malah semakin rusak jika dibiarkan terlalu lama dan tidak segera diperbaiki. Disamping, mempertanyakan persoalan pembangunan gudang tersebut, Komisi B juga akan melakukan evaluasi internal dengan Disperindag Sumenep terkait dengan pelaksanaan berbagai program yang akan dilaksanakan tahun 2010 ini. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, beberapa program bantuan kepada masyarakat masih kurang maksimal dalam pembinaan dan pengawasannya pasca diberikannya bantuan. “Karena itu, untuk program 2010 nanti diharapkan selain tepat sasaran juga pembinaan dan pengawasan setelah bantuan itu diterima masyarakat terus menjadi perhatian Dinperindag Sumenep,â€Âpungkas Sukarnaedi. ( Ren, Esha )