News Room, Rabu ( 06/04 ) Bahan yang diduga obat mercon atau petasan milik Muhlis, warga Dusun Kandibas, Desa Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, meledak di rumahnya, pada Rabu (06/04) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Akibatnya, pemilik petasan mengalami luka bakar yang cukup parah. Hampir 80 persen luka bakar menyelimuti tubuh korban, bahkan kedua tangan harus diamputasi hingga pergelangan, karena hancur. Muka dan kaki juga koyak. Selain itu, rumah korban rusak berat. Sebagian genteng jatuh berhamburan, tembok roboh dan kaca pecah. Kapolsek Guluk-guluk, AKP Sukrisnadi mengatakan, setelah mendengar bunyi ledakan, pihaknya langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Korban hanya 1 orang, dan langsung dilarikan ke RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Dilokasi, polisi langsung memasang garis polisi dilokasi ledakan, untuk kepentingan penyelidikan sekaligus mencegah warga masuk ke TKP,”kata Sukrisnadi, pada wartawan dilokasi kejadian, Rabu (06/04). Jenis bahan yang meledak itu, kata Sukrisnadi masih diselidiki. Namun, ada dugaan itu obat mercon atau petasan. “Untuk sementara, polisi belum menyimpulkan secara pasti jenis bahan yang meledak di rumah Muhlis dan baru menduga itu adalah obat mercon atau petasan,”ujarnya. Ia juga mengungkapkan, guna mengetahui secara pasti jenis bahan yang meledak itu, anggota Satuan Brimob Polda Jawa Timur di Pamekasan, turun langsung ke TKP. “Anggota Satuan Brimob masih di TKP, menelusuri sisa-sisa ledakan, termasuk mencari apakah masih ada sisa bahan penyebab ledakan tersebut,”terang Sukrisnadi. Saat ini, kata Sukrisnadi, pihaknya belum bisa berbuat banyak. Selain menunggu hasil penelitian satuan Brimob, pemeriksaan terhadap korban ledakan yang juga pemilik bahan diduga mercon itu, yakni Muhlis, juga belum bisa dilakukan. “Korban masih dalam perawatan intensif di RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, karena mengalami luka parah. Jadi, belum bisa dimintai keterangan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )