Sumenep-Kominfo News Room : Setelah melalui pembahasan dan perhitungan (hisab), Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Jawa Timur akhirnya dapat menentukan awal dimulainya pelaksanaan puasa Ramadhan 1428 H. Hasil diperoleh setelah pembahasan selama dua hari (28-29 Agustus) di Wisma Haji Ketintang Surabaya. Sekretaris BHR Propinsi Jawa Timur, H. Yasin Hanafi, S.Pd saat dikonfirmasi, Senin (10/09) kemarin di Kanwil Depag Jawa Timur mengatakan, pembahasan untuk menentukan awal puasa, awal Syawal dan awal Dzulhijjah melibatkan beberapa ahli hisab dari beberapa unsur Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Hisbut Tahrir. Sarana yang digunakan untuk sebagai pegangan adalah kitab yang banyak memuat berbagai sistem/metode perhitungan masalah falaqi antara lain Sullamuh Nayyirain, Fatthu Al Rauf Al Manan, Al Qawaid Alfalakiyah, Muntahal Aqwal Al Hakiki serta menggunakan sistem/metode perhitungan barat antara lain sistem New Comb, Jean Meeus dan Almanak Nautika. Dari sistem-sistem itu, awal Ramadhan ijtimak menjelang awal bulan Ramadhan terjadi pada Selasa (11/09) bertepatan dengan 30 Syakban sekitar pukul 17.27 - 21.14 pada saat matahari terbenam pada 29 Syakban, tinggi hilal di Tanjung Kodok, Paciran dan Lamongan antara 04º53’ 59†sampai 0º 0’ 30â€. Ijtimak menjelang awal bulan Syawal terjadi pada Kamis (11/10) bertepatan dengan 29 Ramadhan antara pukul 10.23 hingga 12.32 pada saat matahari terbenam hari itu tingi hilal di Tanjung Kodok, Paciran dan Lamomgan antara -0º 27’05†sampai 3º 23’30â€. Sedangkan ijtimak menjelang awal bulan Dzulhijjah terjadi pada Ahad/Senin (09 atau 10 Desember) bertepatan dengan 30 Zulqoidah sekitar pukul 19.46 hingga 02.11 pada saat matahari terbenam pada 29 Dzulqoidah di Tanjung Kodok, Paciran dan Lamongan tinggi hilal antara -05º48’ 43†sampai -02º 55’. Dengan telah ditentukannya awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah oleh Tim BHR Jawa Timur, maka Kanwil Depag akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran termasuk ormas Islam agar aktif meningkatkan pelaksanaan rukyatul hilal (melihat bulan) serta mengupayakan terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pembentukan BHR Jawa Timur. Sementara itu, untuk melengkapi kegiatan rukyatul hilal di Jawa Timur, Menteri Komunikasi dan Informatika RI rencananya akan memberikan bantuan alat teropong canggih yang akan di tempatkan di Gresik. ( JNR, Esha )