Media Center, Selasa ( 20/02 ) Komandan Ramil 0827/02 Kalianget, Kapten Infanteri Taryono, mengajak
seluruh anggotanya untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat
petani, khususnya para petani yang ada di Dusun Brambang, Desa
Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget.
“Sebab saat ini perlu dilakukan
penyemprotan, guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kerusakan
padi,” ungkap Taryono, Selasa (20/02).
Kapten Inf. Taryono
menyampaikan, agar proses penyemprotan hama padi ini berjalan dengan
cepat, dirinya memerintahkan para Babinsa untuk membantu para petani
melakukan penyemprotan. Dengan teknik penyemprotan yang benar, agar
kegiatan mengendalikan serangan hama dan penyakit bisa dioptimalkan
pertumbuhan tanaman padinya, semua itu dilakukan guna menyukseskan serta
mewujudkan swasembada pangan.
Menurutnya, petani akan mengalami
kerugian yang diakibatkan adanya hama wereng, sehingga perlu dilakukan
penyemprotan. Seperti halnya yang dilakukan di sawah milik Ali, warga
Dusun Brambang, Desa Kalimook. Dalam perawatan padinya, Ali dibantu oleh
Kopda Muhayyi Babinsa, Desa Kalimo’ok.
Menurut Kopda Muhayyi, waktu
yang tepat untuk menyemprot tanaman padi adalah saat mulut daun mulai
terbuka, dikarenakan cairan pestisida akan lebih mudah diserap oleh
tanaman padi, hingga masuk ke dalam lapisan jaringan.
“Menyemprot
tanaman tidak melulu harus keseluruhan bagian tanaman, cukup dibawah
permukaan daun, karena disinilah letak mulut daun berada,” tutur Muhayyi.
Dikatakan oleh Babainsa Ramil 02/Kalianget ini, bahwa sekilas
masalah penyemprotan tampak mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun,
tetapi karena bahan-bahan penyemprotan membutuhkan banyak campuran yang
terkadang mengandung racun, maka tidak boleh dilakukan secara
sembarangan. ( Ren, Esha )