Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-01-2011
  • 577 Kali

ATKI Demo Disnaker Sumenep Sambil Usung Peti Mati

News Room, Senin ( 10/01 ) Puluhan aktivis Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI)Sumenep, berunjuk rasa ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat, pada Senin (10/01) pagi. Sambil mengusung peti mati, sebagai simbol matinya keprihatinan Disnakertrans terhadap meninggalnya TKI asal Sumenep diluar negeri, para pendemo juga membawa poster, yang menuntut agar kematian TKI asal Sumenep diusut tuntas. Korlap aksi, Faisal dalam orasinya mengaku prihatin dengan nasib TKI asal Sumenep, termasuk Tinniyah yang tiba-tiba dikabarkan meninggal di Arab Saudi. “Tidak ada kejelasan tentang kematian TKI Sumenep. Padahal, mereka merupakan pahlawan devisa. Mereka sudah membayar dengan bagian termahal, yakni dengan nyawa mereka !,”kata Faisal, saat berorasi di depan kantor Disnakertrans Sumenep, Senin (10/01). Sampai saat ini, kata Faisal, tidak ada perlindungan konkrit atas nasib TKI. “Kami minta supaya Disnakertrans Sumenep, untuk memperjuangkan hak Tinniyah sebagai TKI yang meninggal berupa asuransi sebesar Rp. 40 juta ditambah biaya pemakaman sebesar Rp. 5 juta,”ungkapnya. Sementara, Sekretaris Disnakertarns Sumenep, Drs. H. Moh. Junaedi, M.Si menjelaskan, untuk kematian Tinniyah, TKI yang meninggal di Arab Saudi, pihaknya sudah mendatangi keluarganya dan memberikan bantuan kemanusiaan senilai Rp. 500 ribu. “Proses lebih lanjut, kami akan koordinasikan dengan PJTKI yang memberangkatkan Tinniyah tersebut ke Arab Saudi, supaya hak-hak mereka segera direalisasikan dan diterima secepatnya oleh ahli warisnya,”terangnya. H. Junaedi juga mengungkapkan, sesuai data yang ada, ternyata Tinniyah ini berangkat dari PJTKI Jakarta. “Jadi bukan kami yang mengeluarkan rekomendasi pemberangkatannya. Inilah yang menyulitkan kami menguruskan hak-haknya. Tapi, kami akan tetap menguruskan hak-haknya ke PJTKI Jakarta,”pungkasnya. Sebelumnya, tanggal 28 Nopember 2010 lalu, sesuai surat dari Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Jakarta, dinyatakan bahwa merujuk faximile KBRI Riyadh Nomor BB-769/Riyadh/XII/10 tertanggal 30 Nopember 2010, TKI atas nama Tinniyah binti Ali Wafa Matrangi (27), meninggal karena serangan jantung. Janda beranak satu ini menjadi TKI ke Arab Saudi melalui jalur legal, yang berangkat pada bulan Oktober 2010.( Nita, Esha )