News Room, Jum’at ( 05/12 ) Untuk menghindari adanya aksi penghadangan ulang, seperti yang dilakukan petani jagung dan padi dari 2 Desa di Kecamatan Bluto, terhadap 3 truk pengangkut pupuk urea, maka Polres Sumenep berupaya untuk meningkatkan koordinasi. Wakapolres Sumenep, Kompol Ach. Husen, mengatakan, peningkatan koordinasi itu akan dilakukan mulai dari pihak pabrik, distributor hingga kios dan pengecer pupuk. “Jika pupuk sudah dikirim atau datang, segera didistribusikan kepada petani, agar petani tidak terlalu berharap-harap lama,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, meski sudah terjadi penghadangan, aparat tetap tidak akan melakukan pengawalan terhadap pengiriman pupuk tersebut. “Untuk sementara, tidak ada perlakuan khusus pengawalan pengiriman pupuk. Dikarenakan, itu sudah sesuai aturan. Cuma sekarang, petani terlalu tergesa-gesa untuk mendapatkan pupuk, sehingga tindakannya tidak terkontrol,â€Âtegasnya. Bahkan, Husen membantah, kalau aksi penghadangan dan penyandraan itu terjadi, akibat kecolongan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Aksi itu kan terjadi spontanitas, bukan direncanakan. Makanya, setelah ada tindakan dari petani, kami langsung turunkan personel untuk menjaga lokasi, agar tidak terjadi tindakan anarkis,â€Âkatanya. ( Nita, Esha )