News Room, Kamis ( 25/06 ) Terbatasnya personel di Kepolisian Resor (Polres) Sumenep yang hanya berjumlah 765 personel, nampaknya tidak menjadi kendala untuk mengamankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Sumenep. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009 mendatang. Terbukti, hingga saat ini kondisi kamtibmas di Sumenep, masih kondusif. “Alhamdulillah, selama ini situasi aman-aman saja, dan masih bisa dicover oleh anggota yang ada di masing-masing Kepolisian Sektor (Polsek), baik daratan maupun kepulauan, meski jumlah anggota tergolong minim,â€Âkata Kapolres Sumenep, AKBP Umar Effendi, pada wartawan dikantornya, Kamis (25/06). Dengan terbatasnya jumlah personel di Polres Sumenep, kata Umar, pihaknya terpaksa memberlakukan sistem rayonisasi. “Ini salah satu cara untuk mengeliminir kendala-kendala yang ada, termasuk kekurangan personel. Jadi, kalau misalnya ada suatu kejadian yang memerlukan jumlah anggota cukup banyak, maka minimal dari 3 Polsek bergabung menjadi satu,â€Âterangnya. Kapolres menjelaskan, sistem rayonisasi tersebut juga diberlakukan di wilayah kepulauan. Seperti halnya kalau terjadi masalah di Pulau Sapeken, maka dari Polsek Kangean, Kangayan dan Polsek Sapeken bergabung jadi satu. “Hanya dengan cara itu, kami bisa segera mengantisipasi kejadian yang membutuhkan jumlah anggota cukup banyak,â€Âungkapnya menambahkan. Jumlah personel di masing-masing Polsek memang sangat minim, yakni antara 14 hingga 20 personel. Sebab, penempatan personel itu melihat level disesuaikan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk setempat. “Anggota kepolisian yang ada saat ini, memang belum bisa mencapai ideal, rasionya sekarang satu banding seribu lebih, padahal idealnya satu banding 300 hingga 400, sehingga kekurangan dibidang operasional. Tapi, kekurangan itu tidak terlalu mendominasi. Situasi di Sumenep, tetap kondusif kok,â€Âujarnya. ( Nita, Esha )