Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2007
  • 419 Kali

Atasi Gedung Sekolah Rusak Perlu Dana Emergency

Sumenep-Kominfo News Room : Peristiwa sejumlah sekolah rusak atau roboh secara tiba-tiba, menggugah Komisi D DPRD Sumenep. Komisi yang membidangi pendidikan tersebut akan memprogramkan alokasi dana emergency (darurat) pendidikan dalam APBD tahun mendatang . Ketua Komisi D DPRD Sumenep, Drs. H. Kamalil Ersyad, M.Pd mengatakan, jika terjadi sekolah rusak atau roboh, pihaknya bersama instansi terkait memang sangat kesulitan untuk segera memperbaiki bangunan sekolah tersebut, sebab alokasi anggarannya belum tersedia di APBD. Terkait dengan robohnya gedung SDN Banbaru II Kecamatan Giligenting, pihaknya masih mencari jalan, agar dalam PAK tahun ini bisa menyediakan anggaran perbaikan sekolah tersebut. H. Kamalil Ersyad menerangkan, Komisi D merencanakan dalam APBD tahun depan ada anggaran emergency untuk sekolah yang rusak atau roboh, dengan harapan jika ada sekolah yang rusak atau roboh, pemerintah daerah bisa menangani secara cepat. Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Sos, M.Si menuturkan, pihaknya menyambut baik keinginan Komisi D untuk mengalokasikan dana emergency untuk sekolah yang rusak atau roboh secara tiba-tiba, sebab selama ini pihaknya kesulitan untuk mendapatkan dana guna memperbaiki sekolah yang rusak atau roboh secara tiba-tiba. Menyinggung alokasi anggaran tersebut, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kebutuhan dananya, pihaknya harus melakukan koordianasi dengan Komisi D. Namun yang jelas jika dana emergency tersebut untuk 2 atau 3 sekolah dan masing-masing sekolah rata-rata 3 kelas membutuhkan dana sekitar Rp. 600 juta. ( Yasik, Esha )