Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-08-2011
  • 901 Kali

At-Ta’lim Dan At-Tarbiyah, Ditambah Juga Dengan At-Ta’dhim

News Room, Senin ( 01/08 ) Konsep pendidikan dalam Islam di kalangan mahasiswa Islam di Madura sendiri masih sering kali digembar gemborkan keberadaannya kurang baik. Karena, mayoritas dari perbuatan mereka terbius oleh budaya non Islam. Kenyataan tersebut mendapat respon serius dari Drs. H. Ach. Hosaini Adhim, anggota DPRD Sumenep yang juga dosen di Kampus Nurud Dhalam, Ganding. Menurutnya, para mahasiswa dalam menelaah ilmu pengetahuan ini tidak sekedar At-Ta’lim (belajar) dan At -Tarbiyah (bersekolah), akan tetapi harus dibekali dengan At-Ta’dhim (Tunduk). “Maksudnya, tekanan pendidikan bukan pada nilai kecerdesan. Namun, nilai At-Ta’dim, yang mengandung nilai ketundukan siswa, sehingga jiwanya akan tertanam pendidikan karakter,”ujarnya. Pada pendidikan karakter ini menurut H. Husaini, akan memikat pendidikan spiritual yang akan membawa dampak positif, tanpa harus melupakan nilai nilai agama. Sebab, ilmu ini dari Allah dan kembalikanlah kepada Allah. Seperti halnya yang dicontohkan Sayyidina Ali dan Al-Khawarijmi. Menurut H. Husaini, beliau berdua sama-sama memahami ilmu matematika, tidak hanya orang barat, Yunani dan lainnya, tetapi beliau berdua pemikirannya tetap pada agama tanpa melupakan Allah tidak terbius peradaban barat kala itu. Karena itu, Pendidikan Islam seharusnya menjadi telaah dalam melakukan control bukan sekedar membaca kitab dan belajar untuk menjadi orang cerdas. Karena dalam realita yang terjadi ternyata para koruptor itu rata rata orang cerdas yang spiritual keagamaannya kosong. Mereka terbuai oleh nyanyian duniawi dan mengukur kesuksesan dengan berlimpah harta. Kalau kekosongan sepiritual yang dimiliki mahasiswa dengan memuja kecerdasan, jangan harap akan menjadi manusia yang siap memamfaatkan keilmuannya sesuai dengan karakteristik keagamaan. Yakni, menuntut ilmu sekaligus melaksanakan perintah Allah. Jadi, sekali lagi menurut H. Husaini, Abdun dan kholifah harus memiliki At-Ta’dhim, Tafaquh Fiddin. Sebab, kalau orang pinter jahat akan lebih bahaya dari pada orang bodoh jahat. Karena itu, sarannya silahkan berfikir setinggi langit, tetapi kaki tetap menginjak tanah dan berfikirlah sampai ke Amerika tetapi jiwa tetap dituntut beribadah. “Untuk itu, jagalah ilmu, jangan terkontaminasi dengan pandangan latah, karena ilmu milik Allah dan kembalikan kepada Allah, perbanyak baca buku spiritual bukan hanya mengacu pada kecerdasan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )