News Room, ( 30/05 ) Program Nasional Pemberdayan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) di Kabupaten Sumenep selama ini terselenggara dengan cukup baik, sehingga Sumenep tercatat sebagai Kabupaten yang dapat menyerap kucuran dana tertinggi di Jawa Timur. Hal ini sebagai indikasi bahwa sirkulasi pengelolaan keuangan Masyarakat Mandiiri PNPM-MPd berjalan dengan lancar. Salah satu PNPM yang berkembang cukup pesat adalah di Kecamatan Batang-batang yang hingga kini aset Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sudah mencapai Rp. 1 milyar lebih dari modal awal yang hanya sebesar Rp. 29.450.000,00. Diterangkan oleh Moh. Asyari, salah seorang Fasilitator Kecamatan, bahwa hingga kemarin PNPM telah menerima kucuran dana total sebesar Rp. 419.998.700,00. Selanjutnya dana tersebut dialokasikan untuk Simpan Pinjam (SP) khusus untuk perempuan sebesar Rp. 73.684.200,00 terdiri dari 3 kelompok yang tersebar di 2 Desa. Selebihnya dana digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana, seperti jalan telford, jalan aspal, jalan paving, jembatan serta penambahan lokal Madrasah Diniyah yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Batang-batang. Lebih rinci Asyari menjelaskan, aset UPK yang mencapai angka Rp. 1 milyar tersebut didapat dalam rentang waktu 3 tahun, sejak berdirinya kelompok Simpan Pinjam UPK tahun 2009. Adapun pengembaliannya dengan cara dicicil selama 12 kali ditambah jasa pinjaman sebesar 1,25 persen/bulan, dan jasa pinjaman tersebut juga digunakan untuk kepentingan masyarakat,“pungkasnya. ( Jhon, Esha )